Minggu, 3 Mei 2026

PKB Jawa Timur: Pemilihan Sekjen Terserah Cak Imin

DPW PKB Jawa Timur menyerahkan sepenuhnya pemilihan Sekretaris Jenderal kepada ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin

Tayang:
Sofyan Arif Candra Sakti/TribunJatim.com
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), saat menghadiri resepsi pernikahan Putri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Patimasan di Grand City Convex Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Sabtu (29/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menyerahkan pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

Sejauh ini, PKB Jatim baru merekomendasikan dukungan untuk ketua umum saja, yakni mendukung Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.

"Soal (pemilihan) Sekjen, menjadi hak prerogratifnya Ketua Umum terpilih selaku mandataris," kata Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim, Fauzan Fuadi kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, Sekjen merupakan jabatan vital di pucuk pimpinan partai.

Sekjen harus bisa menerjemahkan berbagai pemikiran Ketua Umum sekaligus mengawal prioritas partai.

Oleh karena itu, figur Sekjen hanya bisa dipilih oleh Ketua Umum.

"Yang pasti, Ketua Umum dan Sekjen, kami ibaratkan seperti pasangan suami-istri," katanya mengumpamakan.

Tak hanya itu, PKB Jawa Timur juga membeberkan beberapa kriteria lain figur Sekjen.

Di antaranya, memiliki kemampuan manajerial yang memumpuni, administrator yang baik, dan dapat setiap waktu membantu Ketua Umum mengurus partai.

"Termasuk, memiliki track record yang baik," kata Fauzan yang juga menjadi Anggota DPRD Jatim terpilih periode 2019-2024 ini.

Tak hanya itu, Ketua Umum nantinya juga bisa menentukan kriteria lain.

Mulai dari latar belakang organisasi, asal-usul kedaerahan, hingga aspek tambahan lainnya.

"Sepenuhnya kami serahkan kepada Ketua Umum," katanya.

Sedangkan untuk jabatan Ketua Umum, PKB Jatim bersama pengurus di 38 Kabupaten/Kota se-Jatim telah solid mendukung kembali Cak Imin.

Fauzan bahkan menyebut bukan hanya Jatim, mayoritas pengurus se-Indonesia juga mendukung kepemimpinan Cak Imin kembali.

Sehingga, bukan tidak mungkin Cak Imin terpilih secara aklamasi.

"Kalau Ketua Umum, hampir pasti musyawarah mufakat (memilih) Cak Imin," kata Fauzan.

Menurutnya, Cak Imin memenuhi seluruh kriteria Ketua Umum PKB, di antaranya muda, berani, cerdas, dan kerja nyata.

Serta, memiliki garis keturunan di Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang juga menjadi basis pemilih PKB.

"Beliau figur yang paket komplet," katanya.

Untuk diketahui, Cak Imin telah menjadi Ketua Umum di tiga periode terakhir. Yakni, sejak 2005-2010, 2010-2014, dan 2014-2019.

Di tiap kepengurusan, Cak Imin selalu berganti Sekjen.

Bahkan, pada periode 2014-2019, Cak Imin pernah melakukan pergantian Sekjen pada September 2018 lalu. Dari yang sebelumnya, Abdul Kadir Karding menjadi Hanif Dhakiri.

Selain menjabat sebagai Sekjen PKB, Hanif saat ini juga menjadi Menteri Ketenagakerjaan di pemerintahan Joko Widodo Dan Jusuf Kalla.

Mengingat posisi strategis tersebut, Hanif berpeluang kembali dipilih oleh Cak Imin. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved