Berita Surabaya

Pengakuan Tersangka Penipuan Haji di Surabaya, 'Juga Ajak Keluarga Besarnya'

Pelaku kasus penipuan percepatan pemberangkatan haji Murtadji Djunaidi akhirnya buka suara perihal kasus yang menjerat dirinya

Pengakuan Tersangka Penipuan Haji di Surabaya, 'Juga Ajak Keluarga Besarnya'
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Tersangka penipuan haji, Murtadji Djunaidi, saat dikeler penyidik menuju ruang balai wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim 

Namun soal uang pembayaran program percepatan itu, Murtadji mengungkap, uang langsung diterima ke nomor rekening atas nama S.

"S itu hanya terima fulus aja. Iya saya hanya tarik sama saja karena semakin banyak semakin senang dia," ungkapnya.

Nominal uang yang diminta oleh Murtadji untuk dikirim ke nomor rekening S, beragam.

Ada yang tiga juta rupiah, lima juta rupiah, hingga Rp 35 Juta.

"Uang itu malah sudah ditransfer, malah jumlahnya itu lebih dari target yang dia tentukan," katanya.

Melihat semakin bertambah banyak para CJH yanh mendaftar sekaligus melakukan pembayaran, semakin memantabkan dirinya bahwa program percepatan haji itu akan terlaksana.

Bahkan hingga senin (5/8/2019) kemarin, beberapa saat sebelum keberangkatan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, di halaman parkir Lapangam Bangkodir, Bangil, Pasuran.

Murtadji mengaku masih belum merasa curiga, lantaran dirinya masih berkomunikasi dengan S melalui sambungan telepon.

"Tinggal menunggu clearance, saya tidak ngerti clearance itu apa. katanya itu adalah hubungan antara dalam negeri dan luar negeri urusan manifes atau apa gitu, dan dari situ saya semakin yakin," katanya.

Namun hal itu tak berlangsung lama, Murtadji akhirnya merasakan ada suatu hal yang tak beres saat bus yang memuat 59 rombingan CHJ program percepatan tiba di kawasan Sukolilo dan dicegat oleh pihak kepolisian.

Halaman
1234
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved