Berita Surabaya

Pengakuan Tersangka Penipuan Haji di Surabaya, 'Juga Ajak Keluarga Besarnya'

Pelaku kasus penipuan percepatan pemberangkatan haji Murtadji Djunaidi akhirnya buka suara perihal kasus yang menjerat dirinya

Pengakuan Tersangka Penipuan Haji di Surabaya, 'Juga Ajak Keluarga Besarnya'
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Tersangka penipuan haji, Murtadji Djunaidi, saat dikeler penyidik menuju ruang balai wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim 

"saya saat itu memang tidak ada rasa kecurigaan Saya yakin saja karena orangnya itu sudah betul-betul sering bertemu dengan saya sudah enam kali ketemu," kata pria berpeci itu.

Setelah rentetam pertemuan demi pertemuan itu, Murtadji makin yakin, sosok S mampu memberikan solusi berangkat haji dengan lebih cepat.

Namun sebelum itu, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Pria berkumis itu menyebutkan, para CJH yang berminat mengikuti program percepatan pemberangkatan haji diwajibkan menyetor sejumlah uang, dan bukti nomor kursi yang diperoleh dari Kemenag sesaat mendaftar haji untuk yag pertama kalinya.

"Persyaratannya itu adalah harus memiliki nomor kursi, itu yg wajib kita kumpulkan ke negara itu lo," jelasnya.

Dari situ, murtadji mulailah mencari para CJH yang ingin ikut program percepatan haji tersebut.

Ia menuturkan memprioritaskan CJH yang berasal dari kalangan keluarga besarnya.

"Terus banyak teman yang saya hubungi, dan yang lebih dulu saya hubungi adalah pihak keluarga barangkali yang mau ikut lalu saya daftarkan," tuturnya.

Murtadji mengakui peminat program percepatan haji itu terbilang banyak.

Dalam program tersebut Mustadji mengaku, dirinya hanya bertindak sebagai pihak yang mengumpulkan peserta pemberangkatan haji.

Halaman
1234
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved