Berita Surabaya

Pemkot Surabaya akan Bangun Museum Sunan Ampel di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel

Pemkot Surabaya juga berencana menambah daya tarik kampung khas Timur Tengah tersebut, dengan membangun Museum Sunan Ampel.

Pemkot Surabaya akan Bangun Museum Sunan Ampel di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Deretan kios pedagang di gang Ampel Suci menuju kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Destinasi wisata Kota Surabaya akan bertambah lagi. Kampung yang kerap dijadikan tujuan ziarah tersebut siap ditata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, supaya bisa menjadi kawasan Wisata Religi Ampel.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pengerjaan Wisata Religi Ampel akan dimulai pada tahun 2020, sedangkan penataan dilakukan sejak tahun ini.

"Penataan kami lakukan mulai tahun ini, pengerjaannya mulai 2020. Nanti sentra PKL di depan makam mbah Ampel kami tata, kami juga tata apakah sentra PKL-nya kering atau basah," tutur Eri, Jumat (9/8/2019).

Rencananya, ketika wisatawan memasuki kawasan dari tempat parkir, mereka mendapat petunjuk di mana lokasi sentra PKL maupun makam Sunan Ampel.

Supaya nyaman, jalanan menuju sentra PKL dan makam akan dipaving.

Kemudian, pihaknya juga akan menertibkan parkir dengan membangun tempat parkir dua lantai.

Permasalahan parkir di Ampel menurut Eri selama ini adalah banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan, tetapi mereka bukan peziarah makam Sunan Ampel.

"Tidak tahu punya siapa, pokoknya sehari-hari parkir di situ. Jadi salah satunya nanti tempat parkir dibuat tingkat dua, lalu dibedakan antara motor, mobil dan bus," jelasnya.

Ia menegaskan, bisa sudah menjadi kawasan wisata, tidak ada lagi kendaraan yang parkir secara ilegal, karena jalan harus nyaman bagi wisatawan.

Tak hanya itu, pemkot juga berencana menambah daya tarik kampung khas Timur Tengah tersebut, dengan membangun Museum Sunan Ampel.

Museum tersebut akan dibangun di bekas Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya yang sudah dipindah ke daerah Tandes.

"Yang depan nanti RPH itu ditata, dijadikan museum di sana. Jadi orang parkir lalu jalan keluar melalui wisata PKL, bisa melewati museum yang terkait sejarah mbah Ampel," katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan Ampel sudah menjadi kawasan wisata, sehingga tidak lagi bisa digunakan untuk RPH.

“Nanti di Ampel bersih tidak ada lagi pemotongan hewan. RPH itu kan mengeluarkan limbah, padahal di Ampel itu tempat wisatawan, sehingga kurang baik kalau ini dibiarkan,” ujarnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved