Berita Mojokerto

KKN Mahasiswa UWK Surabaya di Mojokerto, Buat Menu Olahan Jagung sekaligus Pemasarannya

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya di Mojokerto mengedukasi masyarakat membuat menu olahan berbahan jagung.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
surya.co.id/febrianto ramadani
Sejumlah mahasiswa KKN Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengedukasi warga memanfaatkan potensi desa menjadi produk miliki nilai jual tinggi. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya di Mojokerto mengedukasi masyarakat membuat menu olahan berbahan jagung. Hal ini sesuai dengn pontensi Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, lokasi KKN tersebut.

Potensi desa tersebut terdiri dari jagung, singkong, dan cokelat. Selain itu, desa ini memiliki potensi sumber daya manusia yang siap mengelola tempat wisata.

Agar potensi potensi tersebut berjalan dan menghasilkan keuntungan yang maksimal, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) membantu masyarakat Desa Randugenengan dengan menciptakan berbagai inovasi dan produk produk olahan terbaru. Seperti susu dan puding dari jagung, wingko jagung, hingga nuget berbahan jagung.

Selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2019 dari Minggu (4/8/2019), hingga Sabtu (10/8/2019),  dengan diikuti 123 mahasiswa dari 12 dosen di fakultas kedokteran, fakultas sosial dan ilmu politik serta fakultas teknik, para mahasiswa tersebut berhasil menciptakan berbagai produk dengan nilai jual tinggi bagi masyarakat Desa Randugenengan.

Harry Sastrya Wanto, ketua pelaksana KKN Pembelajaran mahasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat (PMPM) UWKS 2019, mengatakan, setiap tahunnya, KKN di UWKS mengangkat tema yang berbeda beda.

"Tahun ini kami mengangkat tema Pengembangan Kewirausahaan Tingkat Desa Guna Menunjang Desa Wisata Di Kecamatan Dlanggu, kami memilih Desa Dlanggu karena desa ini memiliki tempat wisata Desa Bumi Mulyo Jati, jadi sesuai dengan tema kami, " ujar Harry Jumat (9/8/2019).

Harry menambahkan, selama KKN 2019, para mahasiswa tersebut ditempatkan di 5 dusun di desa Randugenengan.

"Selama KKN 2019, para mahasiswa ditempatkan di 5 dusun di Desa Randugenengan. Kelompok 1 di dusun Sambirejo, kelompok 2 di dusun Sukosari, kelompok 3 di dusun Genengan, kelompok 4 dan kelompok 5 di dusun Claket dan kelompok 6 di Dusun Randugembung," Imbuh Harry.

Enam kelompok tersebut, lanjut Harry, telah menciptakan hasil karya yang bermanfaat.

"Antusias masyarakat tinggi sekali ketika kami mengenalkan produk produk olahan sumber daya alam desa Randugenengan. Mereka jadi lebih paham karena selama ini, sumber daya alam di desa Randugenengan bukan hanya dijual saja. Tapi bisa diolah lagi menjadi nilai yang lebih tinggi," lanjut Harry.

Masih kata Harry, Keenam kelompok tersebut telah menciptakan karya yang bermanfaat bagi masing masing dusun.

Kelompok 1 di Dusun Sambirejo menciptakan selai jagung beserta cara memasarkan dengan menggunakan brosur dan strategi pemasarannya di pasar desa maupun pasar kota. Kelompok 2 di dusun Sukosari telah menciptakan susu dan puding dari jagung.

Kelompok 3 di Dusun Genengan menciptakan nugget jagung. Kelompok 4 dan 5 di dusun Claket membuat bolu bundar coklat dan wingko jagung.

Karena dusun Claket merupakan tempat wisata desa, kelompok 4 dan 5 juga memasarkan tempat wisata desa dan mensosialisasikan wisata petik jeruk.

"Kelompok 6 menciptakan Tanaman Obat Keluarga dengan harapan, ketika tanaman tersebut panen, masyarakat bisa menggunakannya sebagai berwirausaha," jelas Harry.

Dalam kesibukannya, Salah satu dosen pembimbing kelompok 2, Marina Revtriani, menjelaskan, cara pembuatan susu jagung.

"Pilih Jagung manis, kemudian jagung manis dipipil, setelah dipipil, masukkan ke dalam blender dan tambahkan air satu liter, setelah di blender disaring terlebih dahulu ke dalam gelas, kemudian direbus dengan tambahan susu skim sama gula dengan takaran selera masing selama 30 menit, setelah direbus hingga mendidih, dikemas dalam botol kecil dan dimasukan ke kulkas," ujar dosen fakultas teknik jurusan teknologi industri pertanian tersebut, Jumat (9/8/2019).

Selain menghasilkan karya dan produk bagi desa Randugenengan, lanjut Harry, para mahasiswa KKN 2019 UWKS juga mengadakan berbagai penyuluhan.

"Ada pula pengobatan gratis dan penyuluhan hukum tentang  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," ucap Harry.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved