Berita Banyuwangi

Cerita Relawan Literasi Mulai Kurang Kerjaan Hingga Dikira Serobot Murid Orang

Desa Literasi juga mengembalikan peran keluarga memiliki kemampuan sebagai agen pendidikan utama bagi anak-anak

Cerita Relawan Literasi Mulai Kurang Kerjaan Hingga Dikira Serobot Murid Orang
surya.co.id/istimewa
Nurul Hikmah bersama para relawan rumah baca. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Di Banyuwangi ada gerakan yang terus mengampanyekan untuk masyarakat mendirikan kegiatan pendidikan berbasis rumah baca.

Sebuah gerakan yang menghadirkan kembali buku di tengah keluarga dan aktivitas pendidikan alternatif, dengan salah satu programnya Gerakan 1000 Rumah Baca.

Gerakan 1000 Rumah Baca didengungkan oleh Rumah Literasi Indonesia.

Gerakan ini menitik beratkan pentingnya peran keluarga dalam proses pendidikan bagi anak.

Semakin banyak rumah atau keluarga yang di dalamnya ada aktivitas rumah baca, menjadikan rumah tidak hanya sebagai tempat bernaung namun menjadikan suasana rumah yang lebih bermakna sebagai tempat belajar dan membina keakraban bersama anggota keluarga dan masyarakat sekitar.

"Gerakan ini minimal ada tempat untuk ruang baca di dalam keluarga. Bisa di mana saja, bisa di teras rumah, pos kamling, atau di mana saja. Diawali dari keluarga, karena di tempat inilah nilai-nilai dasar tentang kehidupan diajarkan pertama kalinya," kata Nurul Hikmah, Project Manager Gerakan 1000 Rumah Baca, Jumat (9/8/2017).

Menurut Nurul, rumah baca ini bukan sekadar mengoleksi buku. Namun ada aktivitas pendidikan di sana.

Ada relawan yang mengajak masyarakat utamanya anak-anak dan remaja untuk gemar membaca.

Rumah Baca ini tidak hanya sekadar membaca namun ada aktivitas pendidikan alternatif.

Seperti bermain di luar rumah, pendampingan belajar pada anak-anak di malam hari, parenting, dan lainnya sesuai kebutuhan.

Halaman
1234
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved