Berita Tulungagung

Banyak Siswa SD Berkacamata di Tulungagung, Gawai Salah Satu Faktor Pemicunya?

Anak-anak yang dijaring lewat Puskesmas ini kebanyakan mengalami masalah ketajaman penglihatan.

Banyak Siswa SD Berkacamata di Tulungagung, Gawai Salah Satu Faktor Pemicunya?
surya.co.id/david yohannes
Petugas refraksionis optisien tengah memeriksa mata siswa 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Cabang Tulungagung, membagikan lebih dari 150 kacamata gratis untuk siswa SD.

GAPOPIN juga melibatkan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN), untuk memeriksa mata anak-anak.

Menurut Ketua IROPIN Cabang Tulungagung, Asep Hermawan, anak-anak yang dijaring lewat Puskesmas ini kebanyakan mengalami masalah ketajaman penglihatan.

“Kondisi ini biasanya karena membaca di tempat gelap, atau terlalu lama melihat gadget (gawai),” ujar Asep.

Kondisi paling banyak adalah mata minus, dari minus 0,5 hingga minus 7.

Asep memaparkan, lensa bola mata bersifat fleksibel.

Saat melihat jauh lensa akan memipih, dan saat melihat dekat lensa ini mencembung.

“Kebanyakan anak sekarang ini main gadget, kalau sudah asik mereka lama melihat layar gadget,” tutur Asep.

Agar otot mata tetap fleksibel, setiap 20 menit disarankan mengalihkan pandangan, dan melihat ke arah yang jauh.

Jika terlalu lama menatap obyek jarak dekat, seperti layar gawai, maka otot mata akan kaku.

Dampaknya mata jadi minus, tajam penglihatan menurun dan mata malas atau ambliopia.

“Kecenderungan ganguan mata di usia anak ini terus meningkat. Faktor pemicunya karena melihat layar gadget tadi,” tegas Asep.

Menurutnya kelainan refraksi mata ini bisa sembuh, bisa menurun dan bisa juga naik.

Karena itu Asep menyarankan setiap enam bulan sekali untuk memeriksakan mata, untuk memastikan tingkat kelainan refraksi.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved