Berita Gresik

Tujuan Bupati Sambari Ajak Sejumlah Pengusaha Bangun Landmark di Kota Gresik 

Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak sejumlah perusahaan membangun landmark untuk mengenang sejarah dan kebesaran Kota Gresik.

Tujuan Bupati Sambari Ajak Sejumlah Pengusaha Bangun Landmark di Kota Gresik 
surya.co.id/sugiyono
TUGU LONTAR – Tugu Lontar hibah dari PT Smelting diresmikan Bupati Gresik terlihat indah dengan sorot lampu warna warni di perempatan Jalan Sunan Giri Kebomas, Kamis (8/8/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak sejumlah perusahaan  membangun landmark untuk mengenang sejarah dan kebesaran Kota Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengharapkan perusahaan di Gresik, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan asing dan swasta untuk menghibahkan anggarannya dalam bentuk pembangunan landmark.

Pembangunan landmark yang sudah selesai yaitu tugu selamat datang di Kota Gresik yang terdapat patung ular naga dibangun PT Petrokimia Gresik, kemudian pembangunan landmark keris Sumelang Gandring oleh PT Wilmar Nabati Indonesia dan pembangunan Tugu Lontar oleh PT Smelting.  

 “Pemerintah Kabupaten Gresik mempunyai ide pada perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik untuk membangun, berupa landmark-landmark. Tentu tidak hanya PT Smelting dan PT Wilmar Nabati Indonesia dengan keris Sumelang Ganring. Hari ini PT Smelting membangun tugu lontar di Simpang empat Jalan Sunan Giri,” kata Sambari, dengan dampingi Wakil Bupati Mohamad Qosim dan jajaran Forkopimda, saat peresmikan tugu lontar, Kamis (8/8/2019).

Menurut Sambari, tugu Lontar mempunyai sejarah bahwa pada jaman dulu, para pengusaha ekspedisi menggunakan daun lontar untuk surat menyurat.

“Maka sejarah itu dilestarikan supaya ingat, bahwa lantor masa lalu tetap digunakan untuk hubungan antara satu dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Selanjutnya, pembangunan landmark Garling (Gardu Suling) yang akan dibangun PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) anak perusahaan PLN dan landmark Gajah Mungkur yang akan dibangun PT Petrokimia Gresik.

“Garling ini yang mengingatkan kita pada 45 tahun yang lalu, saat ini tidak pernah terdengar suling itu. Biasanya bunyi pada saat-saat menjelang berbuka puasa. Karena dulu tidak ada TV, hanya bedug,” katanya.

Dari pembangunan landmark –landmark tersebut, Sambari menegaskan bahwa Pemkab Gresik tidak meminta bantuan uang dan bantuan CSR (corporate social responsibility).

 “Kami mengundang kepada perusahaaan-perusahaan asing, BUMN dan swasta untuk membangun landmark. Pemda tidak meminta duit, dan tidak meminta CSR, Pemda hanya meminta perusahaan berbuat untuk umat dalam bentuk hibah pembangunan landmark,” imbuhnya.

 
 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved