Berita Lamongan

Tak Direspon Saat Demo Tolak Perda Miras, Massa PMII Baca Tahlil Doakan Anggota DPRD Lamongan Mati

Demo PMII soal penolakan Perda miras tak direspon oleh seorang pun anggota DPRD Lamongan

Tak Direspon Saat Demo Tolak Perda Miras, Massa PMII Baca Tahlil Doakan Anggota DPRD Lamongan Mati
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Massa PMII menggelar demo dan geram karena tidak ditemui satupun wakil rakyat, Kamis (8/8/2019). 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Tidak ditemui anggota DPRD Lamongan Jawa Timur, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menggelar demo, terpaksa membacakan doa tahlil dengan cara bersila di tengah jalan depan Gedung DPRD, Kamis (8/8/2019) siang.

Demo yang digelar berjalan hampir satu jam lebih tak direspon oleh seorang pun anggota DPRD.

Massa menuntut Pansus yang telah mengesahkan Perda miras golongan A yang bebas masuk di Lamongan, untuk dicabut.

"Semoga dewan cepat mati," teriak Wakil Ketua Cabang PMII Lamongan, Falakhudin.

Apa yang dilakukan massa PMII hari ini sebagai bentuk protes kepada para wakil rakyat.

"Pansus Perda miras khianati rakyat," kata pendemo.

Kemarahan para aktivis ini juga dituangkan pada sejumlah kain rentang dengan segala tuntutan dan hujatannya terhadap para wakil rakyat.

Mereka yang bermaksud menyuarakan aspirasinya geram karena tidak ditemui dan melampiaskannya dengan doa tahlil.

"DPR harus cabut Perda miras. Betapa bahayanya kalau miras diperbolehkan beredar di Lamongan," teriak Falakhudin.

Massa menilai DPRD Lamongan tidak berguna dan minta DPRD juga dibubarkan.

DPRD Lamongan juga dinilai meremehkan aspirasi massa PMII yang sebelumnya menggelar aksi menuntut Perda miras.

"Kita akan mengawal terus, sampai Perda miras dicabut," kata Falakhudin.

Lamongan selamanya bukan lumbung miras. Maka tidak selayaknya minuman beralkohol beredar di Lamongan.

"Tuntutan PMII menolak Perda tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol dan menuntut DPRD mencabut Perda," tanda massa.

Massa beraksi satu jam lebih dan tetap tidak mendapat respon dari anggota DPRD. Massa membubarkan diri dan mengancam hendak kembali lagi beraksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved