Kilas Balik

Sosok Pierre Tendean Perwira TNI Blasteran Prancis Seperti Enzo, Karier Cerah Tapi Berakhir Tragis

Berikut Sosok Pierre Tendean Perwira TNI Blasteran Prancis Seperti Enzo Zens Ellie, Kariernya Cerah Tapi Berakhir Tragis

Sosok Pierre Tendean Perwira TNI Blasteran Prancis Seperti Enzo, Karier Cerah Tapi Berakhir Tragis
Grid.id
Pierre Tendean 

Yang kedua bahkan bisa mengambil teropong milik tentara Inggris yang disimpan sebagai kenangan.

Yang ketiga kalinya adalah saat yang kritis. Di tengah laut dia dikejar oleh sebuah destroyer, kapal perusak Inggris.

Pierre melarikan speedboatnya, membelokkan, dan kemudian menyelam.

Dia bergantung di belakang perahu dengan seluruh badan tenggalam dalam air.

Ketika destroyer itu mendekat hanya melihat seorang yang tak mencurigakan, lalu segera pergi meninggalkan.

Pierre berhasil lolos dari lubang jarum berkat kecerdikannya.

Sebelum menjadi ajudan A.H. Nasution alias Pak Nas, Pierre "diperebutkan" untuk menjadi ajudan Jendral Hartawan dan Jendral Dandi Kadarsan.

Tetapi kemudian, seperti diketahui Pierre menjadi ajudan Jendral Nasution.

Ketika itu pangkatnya naik menjadi Letnan Satu.

Secara resmi, Lettu Pierre menjadi ajudan resmi tanggal 15 April 1965.

Pierre baru bertugas sebagai ajudan Pak Nas lima setengah bulan.

Tapi, tragedi 1 Oktober 1965 dini hari telah menghancurkan segalanya.

Dia menjadi satu dari tujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban Gerakan 30 September (G30S).

Enzo Zenz Allie

Enzo Zenz Allie (18), seorang warga negara Indonesia keturunan Perancis, tercatat sebagai calon Taruna Akademi TNI AD tahun 2019.

Enzo, bertekad menjadi prajurit Infanteri dan Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) TNI AD.

Dalam keterangan tertulisnya, Aspers Kasad Mayjen Heri Wiranto mengatakan, keinginan Enzo menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus tersebut disampaikan dalam kegiatan penerimaan TNI.

Saat itu berlangsung sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir) terpusat yang dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat (2/8/2019), di Gedung Lily Rochli, Akmil, Magelang.

"Dalam acara itu, terdapat Catar Akmil yang menarik perhatian Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan, yaitu Enzo Zenz Allie, yang bersangkutan merupakan anak yatim yang memiliki kemauan keras untuk menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus," kata Heri.

Video seorang pemuda bernama Enzo Zenz Allie bercakap-cakap dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Perancis, viral di media sosial. Pemuda bule itu berkata lantang, ingin menjadi infanteri Komando.
Video seorang pemuda bernama Enzo Zenz Allie bercakap-cakap dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Perancis, viral di media sosial. Pemuda bule itu berkata lantang, ingin menjadi infanteri Komando. (Instagram @puspentni)

Heri mengisahkan, Enzo lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Paris, Ibu Kota Perancis.

Baru pada saat usianya menginjak 13 tahun, Enzo hijrah ke Indonesia.

"Sewaktu kecil ia ikut bersama ayahnya, Jeans Paul Francois Allie.

Namun, setelah ayahnya meninggal, Enzo dibawa pulang oleh ibunya, dan melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Serang, Banten," tambahnya.

Selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Ibu, tutur Heri, Enzo yang menempuh Sekolah Dasar (SD) di Perancis serta SMP dan SMA di Indonesia, menguasai bahasa Perancis dan Inggris serta lancar mengaji Al Quran.

"Kemampuan bahasa memang tidak jadi persyaratan mutlak, namun menjadi nilai tambah bagi Catar dalam berkompetisi dengan yang lain.

Termasuk Enzo, dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan calon prajurit taruna (Capratar) karena nilai memenuhi syarat," imbuhnya.

Dalam keterangan tertulis tersebut pula, saat ditemui Kapenhumas Akmil, Letkol Inf Zulnalendra, putra dari Siti Hajah Tilaria ini, bersyukur karena cita-citanya sejak kecil dapat tercapai.

"Saya merasa bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan saya sebagai Capratar.

Terima kasih (Mama) yang telah mengurus saya selama ini, terima kasih banyak," ujar Enzo.

"Saya tahu Akmil dari Ibu, ketika SMP, saya pindah ke Indonesia tahun 2014 untuk melanjutkan SMP," sambungnya.

Direncanakan, Enzo akan menjalani pendidikan Candradimuka bagi para Capratar Akademi TNI yang lulus seleksi.

Pendidikan akan dilaksanakan pada 6 Agustus sampai 30 Oktober 2019 di Akmil dan dibuka langsung oleh Danjen Akademi TNI, Laksdya TNI Aan Kurniawan.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved