Sambang Kampung

Riati, Lulusan SD yang Kini jadi Pemasok Tas dan Suvenir Pernikahan

Meski pendidikan terakhirnya hanya sampai SD, Riati (44) tak patah semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Riati, Lulusan SD yang Kini jadi Pemasok Tas dan Suvenir Pernikahan
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Riati menunjukkan beberapa tas 'Karunia' buatannya di rumahnya di daerah Medokan Semampir, Rabu (7/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski pendidikan terakhirnya hanya sampai SD, Riati (44) tak patah semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Ketika ia baru lulus SD, di usia 13 tahun, ibu tiga anak tersebut sudah bekerja di sebuah pabrik konveksi sebagai tukang potong kain dan cetak pola.

Namun, Riati tak ingin selamanya menjadi tukang potong kain dan cetak pola.

Di sela-sela pekerjaannya, ia menyisihkan waktu untuk belajar menjahit.

"Kalau ada waktu senggang, saya belajar jahit sedikit-sedikit. Akhirnya bos memercayakan saya mengawasi anak-anak. Saya juga bisa ngobras, utak-atik mesin jahit juga bisa," cerita warga Medokan Semampir ini, Rabu (7/8/2019).

Namun, ketika anak ketiganya lahir, ia merasa tidak bisa dengan mudah meninggalkan si bungsu karena lebih rewel.

Riati lalu merasa sudah saatnya untuk membuka usaha sendiri.

"Saya dibina oleh Bappemas, kemudian saya keluar dari pekerjaan sana dan membuat usaha tas sendiri pada tahun 2012. Saya lebih suka usaha sendiri begini, karena kalau ikut orang kan kita harus on time, tanggung jawab, dan meninggalkan keluarga. Kalau usaha sendiri, kita bisa sambil mengurus keluarga," jelasnya.

Hingga saat ini, ia menjalankan usaha tas kanvas yang bernama 'Karunia', serta menjadi pemasok untuk para pebisnis online shop.

Menurutnya, bahan kanvas memang sedang sangat diminati pembeli, terutama anak muda.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved