Berita Pasuruan

PUSAKA Desak Kejari Kabupaten Pasuruan Tahan Tersangka Korupsi Dispora

Publik sangat menantikan akhir dari Kasus Dispora itu. Sehingga segala sesuatunya menjadi terungkap seterang- terangnya

PUSAKA Desak Kejari Kabupaten Pasuruan Tahan Tersangka Korupsi Dispora
surya/galih lintartika
Direktur Pusaka Pasuruan, Lujeng Sudarto 

SURYA.co.id | PASURUAN - Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA), Lujeng Sudarto mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menahan Lilik Wijaya tersangka kasus dugaan mark up kegiatan angggaran Dispora Tahun 2017.

Menurut Lujeng, langkah Kejaksaan tidak menahan tersangka ini sangat beresiko.

Kata dia, dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti (BB) karena tidak ditahan.

Apalagi, kata Lujeng, kasus ini menjadi sorotan publik, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Ia menyampaikan, dalam konteksi ini, eksistensi dan ketegasan Kejari selaku penegak hukum dipertaruhkan.

Menurut Lujeng, publik sangat menantikan akhir dari Kasus Dispora itu. Sehingga segala sesuatunya menjadi terungkap seterang- terangnya.

"Dengan tidak ditahannya tersangka, masyarakat akan menilai seolah- olah Kejari Kabupaten Pasuruan tidak serius untuk mengungkap Kasus Dispora. Ini bisa saja akan menjadi image buruk untuk pengungkapan dan penegakan hukum lainnya," sebutnya.

Lujeng menilai, Kejari wajib tuntaskan kasus ini semua. Siapapun yang terlibat harus diusut. Jangan tetapkan bawahannya saja, atasannya juga. Sangat mustahil jika AM yang menjabat sebagai Kadis tidak mengetahui kegunaan anggaran di instansinya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pasuruan, HM Noor HK menuturkan, pihaknya tetap konsisten mengungkap Kasus tersebut. Bahkan dalam waktu dekat, lembaga Adhyaksa itu akan segera tetapkan tersangka lagi.

"Kami akan selalu komitmen menuntaskan kasus ini sampai ke persidangan," ujar Kajari.

Menurut orang nomor satu Lembaga Adhyaksa Kabupaten Pasuruan itu, saat ini kasus tersebut pihaknya sudah tetap satu tersangka. Dan, proses sebelum diambil langkah hukum sesuai ketentuan Standart Operational Prosedur (SOP) penanganan tersangka.

Ditanya apakah ada tersangka lagi, "Pasti ada tapi saya harap rekan wartawan sabar. Ini masih proses kita lihat saja," singkatnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved