Berita Surabaya

Penipuan Haji Modus Percepatan Keberangkatan, Kemenag Pusat Selidiki PNS dan Pejabat Kemenag Jatim

Itjen Kemenag juga melakukan penyelidikan keterlibatan PNS bahkan pejabat di Kemenag Jatim pada kasus penipuan haji

Penipuan Haji Modus Percepatan Keberangkatan, Kemenag Pusat Selidiki PNS dan Pejabat Kemenag Jatim
istimewa
Para CJH yang jadi korban dugaan penipuan percepatan pemberangkatan haji lapor ke Gedung SPKT Mapolda Jatim, Senin (5/8/2019) malam 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tidak saja Polda Jatim yang kini menyelidiki penipuan terhadap 59 calon jemaah haji (CJH) korban penipuan percepatan pemberangkatan haji. Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag juga melakukan hal yang sama untuk menyelidiki keterlibatan PNS bahkan pejabat di Kemenag Jatim. 

Pejabat Bidang Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Jatim, Sugianto, mengatakan tim dari Kemenag pusat langsung bekerja sejak kasus dugaan penipuan percepatan keberangkatan 51 CJH itu digagalkan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. 

"Tim Investigasi dari Itjen Kemenag sudah bergerak cepat. Bahkan mereka juga sudah memanggil ASN Kemenag yang terindikasi terlibat. Tim tengah bekerja," kata Sugianto yang juga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya.

Korban Penipuan Haji: Kami Panik Tak Bisa masuk Asrama dan Terlantar Berjam-Jam

Dia meminta agar masalah porsi haji abal-abal itu biar ditangani tim pusat.

Kemenag Jatim akan selalu kooperatif termasuk proses hukum yang saat ini ditangani Polda Jatim.

"Biarkan tim bekerja dulu hingga tuntas. Pasti nanti disampaikan hasilnya. Mohon bersabar dan tunggu hasil investigasi Tim," kata Sugianto.

Sejauh mana keterlibatan PNS atau pejabat Kemenag dalam penipuan percepatan 51 CJH haji tersebut, Sugianto masih belum menjelaskan.

"Itu kalau ada indikasi ASN tersangkut tim akan terus mendalami. Namun jika tidak ada, tim berhenti menyelidiki," kata Sugianto.

Sebanyak 59 CJH dari berbagai daerah di Jatim menjadi korban penipuan percepatan keberangkatan haji.

Mereka dijanjikan bisa terbang ke Tanah Suci meski porsi haji mereka di atas tahun 2040, tapi ternyata jadi korban penipuan.

Tadinya, ke-59 CJH tersebut dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan.

Namun belakangan, delapan orang CJH mencabut laporan mereka sehingga kini menjadi 51 CJH yang meneruskan laporan dugaan penipuan haji tersebut.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved