Jumat, 22 Mei 2026

Berita Gresik

Makna Filosofi Tugu Lontar Hasil Kerjasama Pemkab Gresik dengan PT Smelting

Kabupaten Gresik memiliki bangunan monumental baru, Tugu Lontar. Berada di perempatan Kebomas, Gresik, karya ini memiliki banyak makna filosofi.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
SURYA.co.id/bobby constantine koloway
Kabupaten Gresik memiliki bangunan monumental baru, Tugu Lontar. Berada di perempatan Kebomas, Gresik, karya ini memiliki banyak makna filosofi. 

SURYA.co.id | GRESIK - Kabupaten Gresik memiliki bangunan monumental baru, Tugu Lontar. Berada di perempatan Kebomas, Gresik, karya ini memiliki banyak makna filosofi.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Sutrisno, Tugu tersebut dibangun sejak 3 Desember 2018 lalu. Berdasarkan penjelasannya, bangunan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Gresik dengan PT Smelting

"Seluruh pembiayaan pembangunan dicukupi oleh PT Smelting," kata Sutrisno dikonfirmasi di acara peresmian di Gresik, Rabu (7/8/2019).

Pembangunan Tugu Lontar diharapkan bisa menjadi bangunan baru yang mempercantik Kota Gresik. Selain itu, Tugu Lontar menjadi penanda semangat bersama dalam mencapai kemajuan yang dinamis.

"Serta, memberi warna baru pada perkembangan Kota Gresik,” ujar Sutrisno.

Tugu Lontar dirancang Ir Daniel Mirmanoe Candra Sujanto. Arsitek lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini juga dikenal sebagai perancang Tugu Pelangi Surabaya.

Tugu Lontar atau Sculpture Lontar merupakan karya seni kontemporer yang menggabungkan dua tema dari dua kebudayaan yang berbeda. Yakni, daun lontar dari Indonesia dan Kirigami dari Jepang.

Lontar adalah salah satu media tulis yang menjadi sejarah kebudayaan Indonesia yang sangat tinggi pada zamannya.

Perlu diketahui, tanaman daun Lontar tumbuh di Gresik sampai sekarang. Sedangkan Kirigami merupakan seni memotong dan melipat yang menjadi bagian dari kebudayaan Jepang.

Ada empat elemen penting di dalam Tugu Lontar. Pertama, Puncak Lontar terbuat dari kuningan berwarna emas. Hal ini melambangkan kemakmuran.

Kedua, bentuk Kirigami Lontar yang merupakan perpaduan kerjasama harmonis Indonesia-Jepang. Ketiga, bilah Metalik sebagai lambang kekuatan dan modernisasi.

Keempat, tugu ini juga mengalirkan Air Terjun yang melambangkan oase kesegaran dan kemakmuran.

Tak hanya itu, filosofi Tugu Lontar adalah iron/silver plate yang melambangkan kuatnya perindustrian di Gresik. Pebbles zen (kombinasi bebatuan) yang berarti membawa ketenangan, kerapian, dan kedisiplinan.

Brass plate (gold) perlambang glory atau Gresik yang menuju masa keemasannya. Kemudian, bentuk kirigami lontar adalah seni Jepang yang berpadu kelokalan Gresik.

Water fountain, elemen air perlambang sejarah Gresik. Yang mana, Gresik sebagai salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang terus mengalir bagai oase yang menyejukkan.

Keindahan tugu ini diperkuat dengan kombinasi permainan warna yang dapat berubah-ubah. Semburan lampu yang menyinari water fountain buatan tersebut membuat kombinasi warna bak pelangi.

Sebelumnya, peresmian monumen ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan dokumen dari PT Smelting kepada Pemkab Gresik. Hadir pada prosesi tersebut, President Director PT Smelting, Hiroshi Kondo, serta Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Pada penjelasannya, Kondo mengatakan rasa bangganya dengan persembahan Tugu Lontar tersebut. "Persembahan Tugu Lontar ini kami harapkan akan menjadi ikon baru Kota Gresik," kata Kondo pada sambutannya, Rabu (7/8/2019).

Ia menjelaskan bahwa persembahan itu menjadi komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan Gresik. "Tugu Lontar menjadi simbol kerjasama PT Smelting dengan pemerintah Gresik," katanya.

Di sisi lain, Bupati Gresik, Sambari Halim mengucapkan terimakasih atas peresmian tugu tersebut. "Hal ini menjadi bukti kedatangan industri akan memberikan kontribusi bagi daerah," kata Sambari pada sambutannya.

Menurutnya, pembangunan bangunan ikonik tersebut didasari atas tujuan bersama. "Kami ingin menjaga warisan kebudayaan yang ada di Gresik. Bukan hanya itu, monumen ini menjadi gabungan antara Indonesia dan Jepang," jelasnya.

Sambari menjelaskan bahwa Gresik menjadi satu di antara daerah yang ada di Jawa Timur yang banyak menarik investor asing. Sekalipun demikian, para investor diharapkan tak hanya mengembangkan usaha, namun juga tetap peduli dengan kondisi masyarakat.

"Seharusnya, hal ini bisa ditiru oleh beberapa PMA (Penanaman Modal Asing) lain. Kalau mau cari uang dan untung di Gresik, harus menzakatkan sebagian uangnya di Gresik. In sha Allah, kalau memberi satu akan diganti sepuluh," kata Bupati Sambari disertai tepukan tangan peserta pertemuan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved