Gugatannya Kalah di Mahkamah Konstitusi, Begini Reaksi Nasdem Tulungagung

Mahkamah Konstitusi memenangkan KPU dalam gugatan yang diajukan oleh partai Nasdem di Tulungagung. Begini reaksi partai Nasdem.

Gugatannya Kalah di Mahkamah Konstitusi, Begini Reaksi Nasdem Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Ketua DPD Partai Nasdem Tulungagung, Ahmad Djadi (songkok hitam), bersama jajaran pengurus. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menggugat perpindahan suara dari PKB ke PAN, di Derah Pemilihan (Dapil) 1 Tulungagung. Namun akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), selalu termohon.

Nasdem yang kalah harus merelakan kursi ke-10 Dapil 1 Tulungagung dimenangkan oleh PAN. PAN unggul atas Nasdem dengan selisih hanya tiga suara.

“Putusan MK final dan mengikat. Kami menghormati dan menerima putusan itu,” ujar Ketua DPD Nasdem Tulungagung, Ahmad Djadi, Kamis (8/8/2019).

Namun Nasdem membuat catatan khusus terkait putusan MK ini. Dari data para saksi Nasdem, terjadi perpindahan suara dari PKB ke PAN di 9 TPS di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.

TPS itu meliputi TPS 2, TPS 4, TPS 7, TPS 9, TPS 16, TPS 23, TPS 24, TPS 18 dan TPS 22.

Di semua TPS itu ada perpindahan 1 suara dari PKB ke PAN.

Data formulir C1 milik Nasdem sama dengan data C1 Bawaslu dan C1 KPU versi online. Namun ternyata data perolehan suara tiga pihak itu kalah dengan catatan kejadian khusus, yang dibuat oleh Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Kedungwaru.

“Inilah yang kami pertanyakan. Ternyata proses perhitungan panjang itu hanya kalah dengan catatan khusus yang dibuat PPK,” keluh Djadi.

Catatan yang dibuat dalam DA2 ini sebelumnya tidak pernah diketahui oleh saksi Nasdem. Catatan ini hanya dibuka saat sidang MK, dan pihak Nasdem hanya diperbolehkan melihat, tidak boleh memotretnya.

Dalam catatan khusus yang dibuat ketua PPK Kedungwaru, suara PAN di 9 TPS itu bertambah satu suara, dibanding data C1 hologram. Djadi pun mempertanyakan dasar seorang PPK, sehingga bisa membatalkan formulir C1.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved