Sambang Kampung

Gandeng Universitas Muhammadiyah, Warga Medokan Semampir Sulap Jelantah jadi Minyak Urut

Dibantu Universitas Muhammadiyah Surabaya, Warga Medokan Semampir sedang membangun produk unggulan minyak urut yang diolah dari minyak jelantah.

Gandeng Universitas Muhammadiyah, Warga Medokan Semampir Sulap Jelantah jadi Minyak Urut
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya memijat menggunakan minyak hasil olahan jelantah menjadi minyak pijat, Senin (5/8/2019). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Warga Medokan Semampir tak pernah jauh dari inovasi-inovasi, utamanya menyangkut sampah.

Setelah sebelumnya meluncurkan produk sabun Jelita yang terbuat dari minyak jelantah, kali ini mereka menyulap limbah bekas kebutuhan rumah tangga tersebut menjadi minyak untuk pijat urut.

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Medokan Semampir, Mahfud Hidayat, mengatakan pemanfaatan jelantah menjadi minyak urut ini dilakukan setelah mencoba-coba membuat produk lain. 

Ini juga merupakan hasil kerja sama dengan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya yang tengah melakukan pengabdian di Medokan Semampir.

"Kami eksperimen beberapa bulan lalu, yakni memanfaatkan jelantah menjadi pengharum ruangan, tetapi ternyata jelantahnya hanya butuh sedikit, dan bahan kimianya sedikit mahal," tuturnya ketika ditemui di Balai RW 2 Medokan Semampir, Senin (4/8/2019).

Mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surabaya, Muhammad Zaki, menyebut hadirnya ide mengubah jelantah menjadi minyak urut ini diawali dengan hasil riset mereka yang menunjukkan bahwa banyak lansia di kampung tersebut yang rheumatik.

"Anak-anak juga sering jajan, dan itu selalu digoreng pakai minyak. Jadi kami memikirkan bagaimana caranya jelantah ini bisa jadi minyak urut," katanya.

Jelantah yang sangat hitam dan banyak sisa-sisa penggorengan tersebut dijernihkan terlebih dahulu, kemudian mereka memanfaatkan ampas tebu dari para penjual es tebu di daerah Medokan.

Minyak didiamkan selama 2-3 hari, baru kemudian dicampur jahe sebagai penghangat dan essential oil supaya bau minyaknya harum.

Lahirlah Jamila, alias Jahe Merah dan Minyak Jelantah.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved