Breaking News:

Sambang Kampung

Diubah Mahasiswa UMS, Warga Medokan Semampir Sulap Botol Bekas menjadi 'Pentol Mesi'

Warga Medokan Semampir mengolah botol plastik bekas mereka menjadi 'Pentol Mesi' bersama mahasiswa keperawatan Prodi Pendidikan Profesi Ners UMS.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Bersama mahasiswa Keperawatan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surabaya, warga Medokan Semampir mengolah botol plastik bekas mereka menjadi 'Pentol Mesi'. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bersama mahasiswa Keperawatan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surabaya, warga Medokan Semampir mengolah botol plastik bekas mereka menjadi 'Pentol Mesi'. 

Botol-botol plastik yang dikumpulkan di bank sampah itu bukan diolah menjadi camilan pentol, melainkan furniture, karena Pentol Mesi adalah kepanjangan dari Pemanfaatan Botol Bekas menjadi Meja dan Kursi.

"Memang dari wawancara sama bu RW, warga punya bank sampah, dan kebanyakan isinya botol plastik. Kami berpikir bagaimana cara pemanfaatannya, lalu kami punya ide membuat Pentol Mesi tersebut," kata Mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surabaya, Muhammad Zaki, Senin (4/8/2019)

Selama tiga hari, mereka melewati berbagai percobaan dan beragam kegagalan, hingga akhirnya bisa membuat sebuah kursi dengan ukuran pas, yakni berdiameter sekitar 50 sentimeter sehingga nyaman untuk duduk.

Dalam satu kursi tersebut, terdapat 19 botol 1,5 liter dari dua merek tertentu.

Sedangkan untuk botol yang lebih kecil, dimanfaatkan sebagai meja yang terdiri dari 110 botol.

"Setelah botol disatukan menggunakan selotip dan tali rafia, kami menggunakan kardus bekas untuk mengelilingi sampingnya. Kami hanya keluar biaya untuk spon dan kain perlak," jelasnya.

Rini Widayanti, Ketua RW 2 Medokan Semampir, mengatakan warga ingin belajar membuat Pentol Mesi sendiri.

Bahkan, sudah ada warga yang berminat membeli satu set Pentol Mesi, yang terdiri dari satu meja dan empat kursi.

"Kami ingin nanti kalau memang ada yang minat, bisa beli hasil rakitan warga. Yang remaja membuat kursi dan mejanya, yang lansia menjahit perlak. Nanti mau dihias batik atau apa, lalu diberi taplak," paparnya.

Nantinya, ia berharap Pentol Mesi bisa dimanfaatkan untuk taman baca. 

Gandeng Universitas Muhammadiyah, Warga Medokan Semampir Sulap Jelantah jadi Minyak Urut

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved