Berita Surabaya

Disperindag Jatim Dongkrak Produksi dan Penjualan Kopi Lewat Festival Kopi

Disperindag Jatim menargetkan peningkatan produksi dan penjualan biji kopi yang lebih masif di tahun-tahun mendatang

Disperindag Jatim Dongkrak Produksi dan Penjualan Kopi Lewat Festival Kopi
surya/sri handi lestari
Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan, saat melakukan kunjungan ke peserta pameran Festival Kopi di out door area Grand City Convex Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim menargetkan peningkatan produksi dan penjualan biji kopi yang lebih masif di tahun-tahun mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar Festival Kopi di Surabaya bersamaan dengan pameran Koperasi dan UMKM Expo 2019 di Surabaya.

“Saya berharap ada peningkatan produksi kopi di Jatim. Kami akan memfasilitasi di dalam maupun luar negeri,” kata Drajat Irawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Kamis (8/8/2019).

Kontribusi olahan biji kopi di industri makanan dan minuman di Jatim cukup besar. Lebih dari 10 persen dibandingkan dengan aneka produk olahan makanan dan minuman lainnya.

Pada 2018, industri makanan dan minuman Jawa Timur tercatat menyumbang PDRB sebesar Rp 214,64 triliun atau 9,8 persen dari total PDRB Jatim yang mencapai Rp 2.189,78 triliun.

Dari jumlah tersebut, kontribusi industri makanan dan minuman terhadap pendapatan daerah cukup tinggi, mencapai 32,96 persen.

Bahkan, tren kontribusi makanan dan minuman cukup menjanjikan, hal ini terlihat dari pertumbuhan selama 2015 hingga 2018 yang rata-rata meningkat antara 8,48 persen sampai 14,04 persen.

“Kami akan upaya untuk meningkatkan kualitas. Salah satunya kopi, karena kopi memiliki kualitas yang baik, dan sekarang proses peningkatan akan dimulai dari bahan baku,” jelas Drajat.

Pihaknya optimistis kualitas bahan baku kopi sangat menjanjikan, karena bahan baku dari Jawa Timur menduduki peringkat kelima di Indonesia.

Untuk itu, Jawa Timur sedang melakukan pemetaan untuk mengembangkan bahan baku ini, salah satu wilayah yang menjadi lokasi pengembangan kopi adalah Jember.

“Sesuai arahan Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa), saat ini adalah titik tolak kemas jual. Artinya dari industri mengarah kepada olah kemas jual, bahan baku itu diolah dan dikemas kemudian di jual,” jelas Drajat.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved