Dishub Kota Malang Ungkap Alasan Bus Malang City Tour Tak Lagi Dioperasikan

Bus yang telah dirilis sejak tahun 2014 itu, tak beroperasi lagi lantaran tidak sesuai dengan Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) dari Kemenhub.

Dishub Kota Malang Ungkap Alasan Bus Malang City Tour Tak Lagi Dioperasikan
surya/benni indo
Bus wisata Malang City Tour atau MACYTO. 

SURYA.co.id | MALANG - Dinas Perhubungan Kota Malang membeberkan alasan Bus Malang City Tour (Macito) yang tak beroperasi lagi di Kota Malang.

Bus yang telah dirilis sejak tahun 2014 itu, tak beroperasi lagi lantaran tidak sesuai dengan Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, setiap kendaraan yang akan didesain ulang harus memenuhi aturan SRUT.

Di dalam SRUT tersebut berisi tentang spesifikasi rancang bangun suatu kendaraan, yang meliputi panjang, lebar dan tinggi suatu kendaraan.

Apabila tidak bisa memenuhi aturan SRUT, maka surat-surat seperti STNK, BPKB tidak akan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.

"Jadi kendaraan yang akan membuat desain baru seperti truk, bus, mobil box harus memenuhi aturan SRUT. Berbeda lagi dengan kendaraan milik pabrikan yang sudah ada desainnya seperti mobil-mobil pribadi semisal Innova ataupun Pajero," terangnya, Kamis (8/8).

Anggota DPRD Kota Malang Soroti Dihentikannya Operasional Bus Malang City Tour

Tidak Dilengkapi STNK, Operasional Bus Malang City Tour Dihentikan Mulai Agustus 2019

Handi menyebut, sebenarnya Kemenhub sudah melarang Bus Macito itu beroperasi sejak dari dulu.

Hanya saja, pada saat itu ia tidak mengetahui kebijakan dari Pemerintah Kota Malang yang tetap memaksakan bus tersebut untuk beroperasi.

"Memang kendaraan ini hibah, tapi yang merancang desain ini kan Pemerintah Kota Malang. Tapi saya tidak tahu ceritanya dulu seperti apa, karena saya baru masuk Dishub di tahun 2015," ujarnya.

Handi mengatakan, permasalahan lain yang mendera Bus Macito ialah desainnya yang tidak sesuai dengan SRUT.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved