Berita Gresik

Bupati Gresik Sambari Resmikan Tugu Lontar Hasil Kerjasama dengan PT Smelting

Kabupaten Gresik memiliki bangunan baru, Tugu Lontar, yang diresmikan pada Rabu (7/8/2019) malam.

Bupati Gresik Sambari Resmikan Tugu Lontar Hasil Kerjasama dengan PT Smelting
SURYA.co.id/bobby constantine koloway
President Director PT Smelting, Hiroshi Kondo, dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada peresmian Tugu Lontar di Gresik, Rabu (7/8/2019) malam. Monumen terletak di Perempatan Kebomas, Gresik, ini merupakan kerjasama antara PT Smelting Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Kabupaten Gresik memiliki bangunan baru, Tugu Lontar, yang diresmikan pada Rabu (7/8/2019) malam. Monumen terletak di Perempatan Kebomas, Gresik, merupakan buah kerjasama antara PT Smelting Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan dokumen dari PT Smelting kepada Pemkab Gresik. Hadir pada prosesi tersebut, President Director PT Smelting, Hiroshi Kondo, serta Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Pada penjelasannya, Kondo mengatakan rasa bangganya dengan persembahan Tugu Lontar tersebut. "Persembahan Tugu Lontar ini kami harapkan akan menjadi ikon baru Kota Gresik," kata Kondo pada sambutannya, Rabu (7/8/2019).

Ia menjelaskan bahwa persembahan itu menjadi komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan Gresik. "Tugu Lontar menjadi simbol kerjasama PT Smelting dengan pemerintah Gresik," katanya.

Selain mempersembahkan bangunan monumental, PT Smelting menurut Kondo juga mendukung berbagai bidang lain di Gresik. "Termasuk, juga di dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial," katanya.

Di sisi lain, Bupati Gresik, Sambari Halim mengucapkan terimakasih atas peresmian tugu tersebut. "Hal ini menjadi bukti kedatangan industri akan memberikan kontribusi bagi daerah," kata Sambari pada sambutannya.

Menurutnya, pembangunan bangunan ikonik tersebut didasari atas tujuan bersama. "Kami ingin menjaga warisan kebudayaan yang ada di Gresik. Bukan hanya itu, monumen ini menjadi gabungan antara Indonesia dan Jepang," jelasnya.

Sambari menjelaskan bahwa Gresik menjadi satu di antara daerah yang ada di Jawa Timur yang banyak menarik investor asing. Sekalipun demikian, para investor diharapkan tak hanya mengembangkan usaha, namun juga tetap peduli dengan kondisi masyarakat.

"Seharusnya, hal ini bisa ditiru oleh beberapa PMA (Penanaman Modal Asing) lain. Kalau mau cari uang dan untung di Gresik, harus menzakatkan sebagian uangnya di Gresik. In sha Allah, kalau memberi satu akan diganti sepuluh," kata Bupati Sambari disertai tepukan tangan peserta pertemuan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Sutrisno, menambahkan tugu tersebut dibangun sejak 3 Desember 2018. Seluruh pembiayaan dicukupi oleh PT Smelting.

“Tugu Lontar dibangun sebagai monumen kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan PT Smelting. Tugu Lontar ini diharapkan bisa menjadi bangunan baru untuk mempercantik Kota Gresik," katanya.

"Tugu Lontar menjadi penanda semangat bersama dalam mencapai kemajuan yang terus-menerus dan memberi warna baru pada perkembangan Kota Gresik” ujar Sutrisno.

Tugu Lontar dirancang Ir Daniel Mirmanoe Candra Sujanto. Arsitek lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini dikenal sebagai perancang Tugu Pelangi Surabaya.

Tugu Lontar atau Sculpture Lontar merupakan karya seni kontemporer yang menggabungkan dua tema dari dua kebudayaan yang berbeda, yakni Indonesia (daun lontar) dan Jepang (kirigami). Lontar adalah salah satu media tulis yang menjadi sejarah kebudayaan Indonesia yang sangat tinggi pada zamannya.

Perlu diketahui, Tanaman Daun Lontar tumbuh di Gresik sampai sekarang. Sedangkan Kirigami merupakan seni memotong dan melipat yang menjadi bagian dari kebudayaan Jepang.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved