Polisi Tangkap Penadah Kendaraan Bodong di Sidoarjo. Ini Daftar Kendaraan yang Disita

Polisi menangkap seorang penadah motor dan mobil gelap. Ini daftar kendaraan yang disita. Barangkali salah satunya punya anda..

Polisi Tangkap Penadah Kendaraan Bodong di Sidoarjo. Ini Daftar Kendaraan yang Disita
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Sejumlah kendaraan yang disita Polresta Sidoarjo dari penadah mobil dan motor bodong di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Seorang pelaku penggelapan sepeda motor dan seorang spesialis penadah mobil serta motor bodong diringkus petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Mereka adalah Rico Dwi Aprildo (27) warga Desa Kedungkendo, Kecamatan Candi, Sidoarjo; dan Aris Tri Rahmanto (33) warga Dusun Mireng, Desa Sumberagung Kecamatan Megaluh, Jombang.

Dari pengungkapan sindikat kejahatan kendaraan bermotor ini, polisi juga menyita sejumlah motor dan mobil hasil kejahatan. Utamanya dari sang penadah.

Terungkapnya sindikat ini berawal saat petugas Unit Harda (harta dan benda) Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap Rico Dwi yang membawa lari dan menjual motor Honda Revo warna hitam bernopol W 5585 VM milik Yusandria Lanacitra (52) warga Perum Jenggolo Asri, Buduran, Sidoarjo.

"Pelaku modusnya meminjam motor ke anak korban saat berjualan di depan SD Pucang. Ternyata motor tak dikembalikan, dan korban melapor ke polisi," ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo, Rabu (7/8/2019).

Seorang Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Memperbaiki Atap Sekolah di Jember

Mengintip Kamar Sempit & Bau Tempat Anak Korban Trafficking di Tulungagung Beri Layanan Prostitusi

Siswi SMK di Surabaya Tewas Dilindas Truk Setelah Terjatuh Karena Menyenggol Pedagang Bakso

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku saat berada di Jembatan Layang Sidoarjo. Dari situ, polisi berusaha melakukan pengembangan.

Diketahui motor hasil penggelapan itu dijual ke Aris dengan harga Rp 1,7 juta. "Petugas mencarinya, dan ternyata di rumah si penadah tersebut banyak kendaraan lain tanpa dokumen lengkap," urainya.

Begitu diperiksa, ternyata sejumlah mobil dan motor itu bodong alias tanpa surat. Dan diduga kuat, kendaraan-kendaraan itu hasil kejahatan yang dijual kepadanya.

"Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka penadah. Termasuk beberapa kendaraan juga disita sebagai barang bukti," lanjut mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Sejumlah kendaraan bodong yang disita itu antara lain, mobil Honda Brio warna Hijau metalik N 1895 VI beserta satu lembar STNK atas nama Anik Amah dan satu unit mobil Toyota Avanza warna Putih L 1158 QD.

Selain itu, polisi juga menyita sebuah BPKB asli No K-05110633 atas nama pemilik Kikin Dwi Lestari nopol kendaraan W 5585 VW merek Honda type NF11B2D1M/T tahun pembuatan 2013, satu lembar bukti pembayaran pajak daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ No 7233823 tahun 2013, serta sejumlah barang bukti lain.

Dalam pemeriksaan, tersangka Aris mengaku sudah sekitar dua tahun menjalankan bisnis haram tersebut. Bahkan dia sampai tak ingat lagi, berapa banyak kendaraan bodong yang dibelinya.

Biasanya, kendaraan dibawa ke tempat Aris dengan modus gadai. Tapi banyak yang tidak diambil lagi. Dan dia juga biasa menjual barang-barang yang disebutnya digadaikan tersebut.

Motor biasa dijual sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta, sementara mobil rata-rata dijual sekitar Rp 30 juta. Tanpa ada kelengkapan dokumen resmi dari kendaraan-kendaraan itu.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved