Pengrajin Trofi di Jombang Kecipratan Rezeki Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 membawa berkah tersendiri bagi pengrajin souvenir dan pernik-pernik perayaan. Cahyo salah satunya...

Pengrajin Trofi di Jombang Kecipratan Rezeki Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74
surabaya.tribunnews.com/sutono
Cahyo (kanan) saat menggarap berbagai souvenir dan pernak-pernik perayaan di rumah yahg sekaligus sebagi bengkel kerjanya. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 membawa berkah tersendiri bagi pengrajin souvenir dan pernik-pernik perayaan. Seperti piala (trophy/trofi), pin merah-putih dan patung replika pahlawan di Kabupaten Jombang.

Sebab selama Agustus, omzet produksi naik drastis, seiring dengan kebutuhan piala sebagai salah satu hadiah untuk berbagai perlombaan dan kompetisi.

Salah satu pengrajin tersebut adalah Cahyo, warga Kelurahan Kaliwungu Kecamatan Jombang Kota.

Bapak dua anak ini mengaku pemesanan tertinggi adalah terhadap piala.  Pesanan naik hingga dua kali lipat sejak Juli lalu hingga pekan pertama Agustus.

Bahkan beberapa penyelenggara acara lomba memesan piala dan medali sejak bulan Juni. Mereka khawatir tidak selesai menjelang 17 Agustus.

Untuk memenuhi permintaan konsumen yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, Cahyo harus merekrut sedikitnya 54 karyawan.

Begitu melimpahnya permintaan pasar, kapasitas produksi pun digenjot. Sedikitnya ia harus memproduksi antara 3.000 hingga 5.000 trofi dan piala setiap harinya.

Kendati sudah dibantu banyak karyawan, Cahyo mengaku tetap kewalahan melayani pesanan yang masuk.

“Sebab saya juga masih harus melayani pesanan plakat, pin, lencana, gantungan kunci, dan patung pahlawan dari bahan fiber,” kata Cahyo, kepada Surya.co.id, Rabu (7/8/2019).

Meski pesanan melonjak, Cahyo mengaku tidak menaikkan harga jual. Karena banyak pelanggan yang sudah bertahun-tahun memesan piala dan pin di tempatnya.

Harga produknya bervariasi. Untuk harga tropi paling murah Rp 10.000 rupiah per buah dan termahal Rp 1,5 juta perbuah, tergantung bentuk model, material bahan dan ketinggiannya.

Sedangkan sedangkan pin harganya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 20.000 per buah, tergantung ukuran. Untuk replika pahlawan harga antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per buah.

Cahyo mengaku, tinggi pesanan terhadap hasil karyanya merupakan buah kerja kerasnya. Dia kerap mengikuti pameran di berbagai wilayah nusantara.

 “Sejak 2006 saya rajin mengikuti pameran. Kini menuai hasil,” kata Cahyo.

Pesanan mengalir deras ke usaha home industry padat karya yang dimilikinya. Pada Agustus ini Cahyo mengirimkan hasil karyanya ke berbagai penjuru negeri.
 

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved