Berita Surabaya

Korban Penipuan Haji: Kami Panik Tak Bisa masuk Asrama dan Terlantar Berjam-Jam

"Betapa paniknya kami tidak masuk asrama haji. Apalagi pembimbing haji waktu itu digelandang ke Polsek,"

Korban Penipuan Haji: Kami Panik Tak Bisa masuk Asrama dan Terlantar Berjam-Jam
istimewa
Para CJH yang jadi korban dugaan penipuan percepatan pemberangkatan haji lapor ke Gedung SPKT Mapolda Jatim, Senin (5/8/2019) malam 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 59 CJH di luar porsi haji nekat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mereka dijanjikan bisa terbang ke tanah suci karena akan mengisi porsi kosong yang tidak diambil CJH asli.

Namun mereka hanya bisa menahan kecewa. Jangankan bisa terbang ke Mekkah, masuk Asrama Haji Sukolilo sisa tidak bisa, bahkan akhirnya digiring ke Polda Jatim. Yang bikin jengkel, para CJH ini terlantar berjam-jam di luar Asrama Haji Sukolilo.

Para CJH ini ternyata jadi korban penipuan haji dengan modus mempercepat pemberangkatan. Polda Jatim sendiri dikabarkan sudah menahan M Murtadji Djunaidi (63) warga asal Pamekasan yang tinggal di Bangil, Pasuruan, yang diduga pelaku penipuan tersebut.

Korban Penipuan Haji Modus Mempercepat Keberangkatan Asal Surabaya Takut Diketahui Tetangga

"Di daerah Klampis hingga jam delapan malam. Kami terus digiring ke Polda  Jatim," kenang M, salah satu korban.

Seluruh CJH di luar porsi haji itu berjumlah 59 jemaah.

Mereka kebanyakan berasal dari Pasuruan dan sekitarnya.

Jemaah ini berangkat Senin sore pukul 17.00 WIB dari alun alun Bangil Pasuruan menuju Asrama Haji Sukolilo. 

Jemaah ini berangkat dalam satu rombongan bus yang disewa.

Tidak seperti rombongan bus jemaah haji resmi yang berangkat rombongan beberapa bus. Ini hanya satu bus.

Rombongan ini tidak langsung masuk Asrama Haji Sukolilo begitu tiba pukul 18.00 WIB.

Sebab mereka tidak masuk dalam rombongan kloter resmi yang terdaftar di Kemenag. 

Namun oleh oknum tertentu dijanjikan bisa masuk porsi haji kemenag dan bisa langsung terbang.

"Betapa paniknya kami tidak masuk asrama haji. Apalagi pembimbing haji waktu itu digelandang ke Polsek," kenang M.

M mengungkapkan selama dua jam telantar di Klampis ada yang tetap tertahan di bus, namun ada juga yang dijemput keluarga. 

"Kami pun bersama jemaah yang lain hanya bisa pasrah dan tawakkal di dalam bus. Kami sebenarnya berangkat tahun 2040," kata M.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved