Berita Pasuruan

Kejari Temukan Alat Bukti Baru pada Dugaan Korupsi Dispora Kabupaten Pasuruan

Kejari Kabupaten Pasuruan menemukan alat bukti baru dalam kasus dugaan korupsi berjamaah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)

Kejari Temukan Alat Bukti Baru pada Dugaan Korupsi Dispora Kabupaten Pasuruan
surya/galih lintartika
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menemukan alat bukti baru dalam kasus dugaan korupsi berjamaah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan. Alat bukti itu ditemukan setelah Korps Adhyaksa memeriksa tersangka Luluk Wijaya (LW), selaku mantan Kabid Olahraga Dispora.

Dalam pemeriksaan tersebut, LW menyampaikan konspirasi jahat itu. Ia menyampaikan bahwa selama ini, ada keterlibatan pihak lain dalam akal-akalan mark up anggaran kegiatan tersebut.

"Kami dalami pernyataan tersangka itu. Dan terbukti, kami menemukan sebuah alat bukti baru yang diprediksi akan menjadi kunci untuk menjerat tersangka lainnya. Bukti ini bukti valid," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, Rabu (7/8/2019).

Denny menjelaskan, dalam alat bukti itu banyak catatan yang menunjukkan aliran dana hasil dari mark up anggaran beberapa kegiatan di tahun 2017.

"Alat bukti ini akan kami pelajari lebih lanjut. Alat bukti ini akan menjadi petunjuk untuk lebih membuka secara gamblang kasus korupsi berjamaah di tubuh Dispora kala itu," jelasnya.

Sementara itu, Denny memastikan bahwa saat ini, jaksa sedang merampungkan pemberkasan dan administrasi berkas perkara untuk tersangka LW.

Ia menyebut pemeriksaan LW sudah hampir rampung.

"Ini kami marathon untuk selesaikan berkas. Kami juga masih menjadwalkan memanggil tersangka LW dalam jangka waktu dekat ini. Semoga bisa selesai minggu depan," ujarnya.

Denny memastikan, setelah proses pemberkasan dan sejenisnya sudah rampung atau sudah P-21, maka jaksa segera melimpahkan berkas ini ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

"Nah saat proses pelimpahan berkas ke Tipikor itu, kami akan menahan tersangka LW. Sejauh ini, kami masih mewajibkan yang bersangkutan untuk wajib lapor dan kami terus memantau aktivitas tersangka," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam hasil audit resmi dari Inspektorat, total kerugian negara dalam kasus korupsi massal ini sekitar Rp 918 juta.

Jumlah ini lebih kecil dibandingkan hitung-hitungan sebelumnya yang mencapai angka Rp 1,1 miliar.

LW ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus ini.

LW berperan aktif dalam menggunakan kuasa dan jabatannya untuk memploting anggaran kegiatan.

Tersangka LW diduga mengetahui konspirasi mark up beberapa kegiatan.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved