Emil Dardak Dianggap Belum Meumpuni Untuk Gantikan Pakde Karwo di Pucuk Pimpinan Demokrat Jatim

Emil Elestianto Dardak dianggap belum mumpuni untuk menjadi pengganti Pakde Karwo sebagai Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.

Emil Dardak Dianggap Belum Meumpuni Untuk Gantikan Pakde Karwo di Pucuk Pimpinan Demokrat Jatim
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur saat menghadiri acara Partai Demokrat di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lembaga penelitian politik, IT Research and Politic Consultant (iPol) Indonesia menyebut peluang Emil Elestianto Dardak untuk menggantikan Soekarwo di pucuk pimpinan Demokrat Jawa Timur cukup kecil.

Dibandingkan dengan Emil, iPol Indonesia lebih mengunggulkan beberapa akder internal Demokrat yang lain di posisi tersebut.

CEO iPol Indonesia, Petrus Haryanto menjelaskan bahwa hasil kajian Bigdata Inteligence Dynamic Signal (IDS) milik iPol, nama Emil kurang populer sebagai suksesor Pakde Karwo (sapaan Soekarwo). Dibandingkan di pucuk pimpinan Demokrat, nama Emil justru lebih populer sebagai Calon Menteri Muda Joko Widodo.

Mengutip data di IDS, mayoritas isu (81 persen), Emil Dardak lebih didominasi Emil sebagai calon Menteri muda Jokowi.

"Sementara, Emil sebagai pemimpin muda Demokrat dan pengganti Soekarwo hanya sekitar satu persen," kata Petrus kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Selain dari besaran ekspos isu, Emil Dardak juga kurang diunggulkan dalam beberapa aspek lain. Di antaranya soal kepartaian dan politik Demokrat.

Menurutnya, penerus Pakde Karwo seharusnya bisa sekelas Pakde Karwo. "Baik dari kapabilitas, finansial, kemampuan, pengalaman, dan kematangan manajemen konflik," kata Petrus.

Sebab, sebagai pucuk pimpinan partai, Ketua Demokrat Jatim bukan sekadar bertanggungjawab di struktur namun juga menjaga organisasi secara kepartaian. Misalnya, mencari suara, mengolah partai, hingga mengamankan target partai dalam kontestasi politik.

"Beban beratnya di situ," kata Petrus.

Oleh karenanya, pucuk pimpinan Demokrat tidak bisa bisa dipegang oleh sekadar kalangan milenial.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved