Berita Surabaya

ITS Kembangkan Clean Energy dan Clean City di Kota Surabaya

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu kampus teknologi di Surabaya terus mengembangkan inovasi untuk Kota Surabaya.

ITS Kembangkan Clean Energy dan Clean City di Kota Surabaya
surya.co.id/sulvi sofiana
Direktur Hubungan Internasional ITS, Maria Anityasari 

SURYA.co.id | SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu kampus teknologi di Surabaya terus mengembangkan inovasi untuk Kota Surabaya.

Kali ini melalui Direktorat Hubungan Internasional ITS menyiapkan Engineering Colleges Partnership Forum in Asia (ECPFA) 2019 yang melibatkan tiga institusi pendidikan sekaligus yaitu ITS, Kobe University dari Jepang, dan National Cheng Kung University (NCKU) dari Taiwan.

Direktur Hubungan Internasional ITS, Maria Anityasari mengatakan bahwa program ECPFA merupakan kelanjutan kerjasama dan komitmen dari konsorsium yang sudah diadakan di NCKU pada tahun sebelumnya.

Terdapat enam perguruan tinggi termasuk ITS dan NCKU sebagai tuan rumahnya. Pada tahun ini, ITS dipilih sebagai tuan rumah dan berhasil menghadirkan 13 peserta mahasiswa dan sembilan profesor dari masing-masing universitas.

“Harapannya, ada transfer ilmu dari kegiatan yang berjalan dan memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan ini ke depannya,” ujarnya.

Untuk tahun ini, ECPFA mengusung tema yang berkaitan dengan pengembangan kota dan energi terbarukan yaitu Clean Energy dan Clean City.

Forum ini juga diperkaya dengan kunjungan secara langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Dikatakan Maria pemilihan lokasi bertujuan untuk melihat proses pengelolaan sampah yang terpadu serta pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik terbarukan.

“Peserta diharapkan mampu mendapatkan ide-ide baru tentang bagaimana upaya Kota Surabaya menjadi kota yang bersih dan indah,” papar dosen Teknik Industri ini.

Lebih lanjut, Maria juga mengungkapkan, program ini akan menghadirkan beberapa agenda terpisah antara mahasiswa dengan profesor.

Untuk mahasiswa diadakan pelatihan dalam hal pengembangan diri, sesi pembentukan karakter secara tim, dan kolaborasi antar mahasiswa dari tiga universitas terkait.

Selain itu, mereka juga akan mempersentasikan hasil risetnya yang akan ditanggapi langsung oleh profesor dari Kobe University, NCKU, dan ITS.

"Peran profesor di sini untuk saling berkolaborasi dan memberikan tanggapan langsung terkait hasil diskusi dari peserta berdasarkan hasil kunjungannya ke Bappeko dan TPA Benowo. Selain itu, akan ada transfer ilmu di mana peserta akan melakukan kunjungan ke departemen dan laboratorium terkait di ITS,” tambahnya.

Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional, Bambang Pramujati menambahkan program ini diharapkan akan lebih membuka, memperkuat, dan meningkatkan hubungan antara ITS dan universitas peserta dalam konsorsium serta dapat memberikan dampak positif bagi ITS, Kota Surabaya, dan Indonesia.

“Kegiatan ini sekaligus upaya mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan global menuju World Class University,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved