Berita Ekonomi Bisnis

Bidik Pasar Segmen Budget, ReFIT Pakai Sistem Franchise guna Kembangkan Jaringan

Bisnis kemitraan atau franchise menjadi salah satu cara untuk mengembangkan jaringan usaha di berbagai daerah.

Bidik Pasar Segmen Budget, ReFIT Pakai Sistem Franchise guna Kembangkan Jaringan
SURYAOnline/sri handi lestari
FMela Gunawan (tengah), Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, saat hadir di pameran IFBC (Info Franchise & Business Concept) yang di helat di The Square Ballroom Surabaya, akhir pekan lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bisnis kemitraan atau franchise menjadi salah satu cara untuk mengembangkan jaringan usaha di berbagai daerah. Langkah itu yang dilakukan ReFIT, perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebugaran atau gym untuk mengembangkan usahanya.

"Kami memiliki konsep gym yang budget. Tapi dengan fasilitas tak kalah dengan bintang. Jadi untuk mengembangkan jaringan, kami ajak mitra dalam bisnis ini lewat sistim franchise," kata Mela Gunawan, Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, saat hadir di pameran IFBC (Info Franchise & Business Concept) yang di helat di The Square Ballroom Surabaya, akhir pekan lalu.

Inti dari bisnis ReFIT adalah menghadirkan club fitness yang dari sisi harga keanggotaan lebih terjangkau untuk segmentasi kelas menengah dengan tetap memperhatikan layanan yang profesional dan fasilitas yang lengkap.

Sedangkan dari sisi pesan yang ingin di sampaikan sebagai sebuah brand yaitu : Fun, Friendly, Attractive, Professional, Openness, Healthy, Young.

"Dari sisi strategi bisnis ReFIT di kembangkan secara kemitraan dan saat ini sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang dan Sidoarjo. Konsep kemitraan ini juga di pilih guna memberikan kesempatan para investor yang berminat mengeluti bisnis di industri fitness namun masih memiliki keterbatasan dari sisi pengalaman pengelolaannya," ungkap Mela.

Melalui kemitraan di harapkan ada transformasi pengalaman dan juga menjadi pilihan bisnis para pengusaha Indonesia.

Irawan Amanko, CEO ReFIT Indonesia yang hadir sebagai pembicara dalam talkshow "Tetap Berpenghasilan Di Masa Purnabakti", pada Minggu (4/8/2019), mengatakan, pihaknya meyakini bisa menggaet investor, selama pagelaran IFBC di di Surabaya tahun ini.

“Kami sangat optimistis bisa menggaet pewaralaba sebanyak-banyaknya karena industri kebugaran sangat prospektif yang ditunjang bonus demografi penduduk dan semakin meleknya gaya hidup sehat di masa mendatang,” ungkap Irawan.

Badan Pusat Statistik dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memproyeksikan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Pada kurun waktu itu, jumlah angkatan kerja yang berusia 15-64 tahun sebanyak 70 persen dari jumlah total penduduk Indonesia.

Sisanya, yakni 30 persen adalah penduduk erusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.

Berbicara gaya hidup sehat, Irawan menyebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah giat menggalakkan gaya hidup sehat.

ReFIT Indonesia pun bertekad memperluas ekspansi bisnisnya di kota-kota lapis kedua (second tier) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif.

Manajemen ReFIT Indonesia menyediakan fasilitas bernilai tambah dan instruktur berpengalaman yang bersertifikasi internasional.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved