Berita Surabaya

Anggota DPRD Jatim segera Lengser, Akademisi Sebut Legislator Baru harus Siap Tancap Gas

Pengamat politik sekaligus akademisi Univesitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menyebut anggota baru DPRD Jatim harus tancap gas.

Anggota DPRD Jatim segera Lengser, Akademisi Sebut Legislator Baru harus Siap Tancap Gas
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Pemerhati politik sekaligus akademisi Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pengamat politik sekaligus akademisi Univesitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menyebut bahwa anggota baru DPRD Provinsi Jawa Timur  periode 2014-2019 harus siap langsung tancap gas dan bekerja keras.

Hal ini menyusul banyaknya PR yang harus dikerjakan hasil dari pelimpahan para legislator di periode saat ini. Bagaimana tidak dikatakan Surokim berdasarkan data, sampai saat ini dari 24 target perda yang ditarget disahkan tahun ini, hanya 3 perda yang baru selesai disahkan.

Lantaran masih minim capaian kinerja yang telah dilakukan, Surokim menyebut bahwa kinerja anggota dewan periode ini masih kurang maksimal.

"Energi legislator kita masih minimalis untuk tugas legislasi. Padahal itu sebenarnya tugas utama selain pengawasan dan anggaran. Malah terlihat tugas buggeting yg selalu menjadi prioritas. Menyelesaikan tiga dari 24 usulan dalam setahun 12,5 persen itu ya tetap menyedihkan," kata Surokim, Selasa (6/8/2019).

Ia menekankan, legislator baru harus kompeten pada kerja legislasi. Agar tidak hanya fokus pada soal penganggaran saja. Melainkan juga handal dalam menelurkan produk-produk hukum yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Jadi kompetensi itu wajib mahir tidak boleh coba-coba. Itu cara mengubah performa kinerja dewan mendatang amat sangat bergantung pada kompetensi itu," tegas Surokim.

Kompetensi plus yang diwajibkan miliki para legislator baru nantinya dikatakan Surokim juga meliputi pemahaman konten dan konteks legislasi.

"Saya pikir kemampuan konteks juga perlu terus ditingkatkan sehingga luaran perda nanti selain visioner juga tidak dibatalkan oleh pusat dalam hal ini Kemendagri," ucapnya.

Sejauh ini, dari kinerja para legislator, kompetensi kontekstual itu terlihat lemah di parlemen daerah khususnya Jawa Timur. Padahal visi publik dan semangat filantropi politik para legislator juga penting untuk diberikan perhatian agar respek publik kian meningkat dan mendapat kepercayaan publik.

"Sungguh aneh jika kompetensi legislasi itu kian waktu menurun. Ya bisa jadi makanya visi legislasi progresifnya harus dibentuk dulu agar bisa akseleratif," katanya.

Karenanya, ditegaskan pria yang juga peneliti di Surabaya Survey Center ini, anggota dewan baru harus visioner dan progresif dalam bidang legislasi agar bisa menuntaskan beban limpahan dari perda yang belum kelar dibahas di periode sebelumnya.

"Kalau tidak punya visi itu jangan berharap bisa menuntaskan beban limpahan itu," pungkas Surokim.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved