Breaking News:

Pengemudi Toyota Fortuner Pelaku Tabrak Lari di Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka

Polisi menetapkan Hendry Wibowo (40), pengemudi mobil Toyota Fortuner pelaku tabrak lari di Jl Raya Pungging, Kabupaten Mojokerto, sebagai tersangka.

istimewa
Polisi saat berusaha menghentikan mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan pelaku tabrak lari di Mojokerto, Sabtu (3/8/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Polisi menetapkan Hendry Wibowo (40), pengemudi mobil Toyota Fortuner pelaku tabrak lari di Jl Raya Pungging, Kabupaten Mojokerto, sebagai tersangka.

Sebelumnya, Hendry Wibowo yang berasal dari Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, menabrak M Machin (72), pengendara sepeda motor dari Buduran, Sidoarjo. 

Setelah kejadian, Hendry Wibowo kabur meninggalkan lokasi. 

Kasat Lantas Polres Kabupaten Mojokerto AKP Bobby Zulfikar, mengatakan, pengemudi tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan dari dua saksi yang merupakan penjaga warung di sekitar tempat kejadian perkara.

"Hari ini, pengemudi telah kami tetapkan sebagai tersangka. Tersangka sekarang mendapatkan perawatan di rumah sakit Reksa Waluyo. Sedangkan korban masih di rumah sakit umum Mojosari," jelas AKP Bobby Zulfikar, Senin (5/8/2019).

AKP Bobby juga menjelaskan, pelaku memilih kabur setelah menabrak korban di jalan tersebut lantaran panik dan shock.

"Pelaku tidak pernah berurusan masalah kecelakaan. kalau kami lihat, benturan antara mobil dengan motor sangat keras. Kerusakan mobil bisa dilihat pada bagian depan dan keempat ban mobil sampai rusak dan mengelupas dari velgnya. Untuk sepeda motor kerusakan hampir 50 persen," jelas Bobby

AKP Bobby menambahkan, tersangka sekarang mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut akibat luka memar di muka dan pelipis setelah mendapatkan bogem dari warga yang tidak senang karena tersangka melarikan diri setelah menabrak korban tersebut.

"Untuk penahanan, kami mengamati terlebih dahulu luka yang diderita oleh korban. Kalau luka berat, akan kami jerat pasal 312, UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, juncto 310, ayat tiga dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," imbuh AKP Bobby.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved