Berita Malang Raya

Alasan Pemkab Malang Pilih Desa Pujon Kidul Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kabupaten Kota Peduli Sanitasi

Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan kesiapannya menggelar pertemuan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) tahun 2019.

Alasan Pemkab Malang Pilih Desa Pujon Kidul Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kabupaten Kota Peduli Sanitasi
SURYAOnline/erwin wicaksono
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Wahyu Hidayat  

SURYA.co.id |MALANG  - Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan kesiapannya menggelar pertemuan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) tahun 2019.

Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang terpilih menjadi tuan rumah dalam pertemuan yang bakal dihadiri 90 kepala daerah, dari Jawa Timur dan seluruh Tanah Air ini.

"Persiapan sudah siap. Kami sudah koordinasi dengan OPD terkait. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang membuka acara," ujar Wabup Malang Sanusi ketika ditemui di Pendapa Peringgitan, Senin (5/8/2019).

Sanusi ingin menujukkan perilaku yang sanitasi sehat di desa wisata tersebut. Menurutnya, kebersihan adalah hal wajib yang dibutuhkan pengelola pariwisata.

"Membangun pariwisata dibutuhkan kebersihan lingkungan," beber Sanusi.

Sedang  Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Wahyu Hidayat menerangkan, pemilihan venue Desa Wisata Pujon Kidul adalah karena prestasi dan keunggulan yang dimilikinya.

"Desa Wisata Pujon Kidul telah memperoleh penghargaan sebagai Top 4 Smart Sanitation Award 2018 lalu," ulas Wahyu.

Di sisi lain, dari aspek pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, akomodasi bagi para tamu akan ditempatkan di 36 homestay warga sekitar.

"Homestay di Pujon Kidul sekarang sudah memiliki sertifikasi tingkat nasional,” ungkap Made.

Menurut Made, sanitasi tak bisa dilepaskan dari dunia pariwisata. Made berbangga karena Desa Pujon Kidul bisa memunculkan pengengolahan TPST terbarukan hingga dapat mengolahnya menjadi pembangkit listrik. Hal tersebut bisa jadi branding wisata edukasi.

"Sanitasi tak hanya pelengkap, tapi bisa jadi bagian dari pariwisata itu sendiri,” jelas Made.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved