Acara Perayaan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, Bakal Bernuansa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Busana yang akan dipakai dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek akhir Agustus nanti adalah Surjan.

Acara Perayaan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek, Bakal Bernuansa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Istimewa/Kominfo Trenggalek
Utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ketika datang ke Kabupaten Trenggalek, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK  – Acara perayaan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke-825 bakal digelar dengan nuansa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Utusan dari keraton tersebut sudah datang ke Kabupaten Trenggalek, untuk menjelaskan soal tata cara dan filosofi penggunaan busana keraton pada Jumat (2/8/2019).

“Datang untuk memberi pengetahuan tentang filosofi, ageman, baju dan pengayaan sederhana tentang apa itu keraton Jogja dan sebagainya untuk persiapan hari jadi,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Pemilihan nuansa itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Trenggalek - Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) di bidang kebudayaan beberapa waktu lalu.

Busana yang akan dipakai dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek akhir Agustus nanti adalah Sorjan. Sorjan adalah jas laki-laki khas Jawa berkerah tegak, berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang.

“Sorjan menampakkan bahwa itu adalah busana jawa. Kalau sorjan yang dipakai oleh Ngerso Dalem disebut takwa. Takwa itu artinya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata KRT Widya Pranaswara, ketika berkunjung ke Kabupaten Trenggalek ketika itu.

Jadi, apabila dalam perayaan Hari Jadi Trenggalek nanti menggunakan busana sorjan yang berarti takwa, secara filosofis punya arti bertakwa kepada Tuhan.

“Itu adalah melaksanakan keagamaannya, mengagungkan nama Tuhan, dan melaksanakan perintah-perintah dari Kitab Suci. Itu adalah pendidikan hidup manusia,” tambahnya.

Nur Arifin menambahkan, nantinya para Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kabupaten Trenggalek juga akan mengikuti sekolah budaya.

Itu juga merupakan salah satu tindak lanjut dari kerja sama Trenggalek - DIY. Mas Ipin, sapaan akrabnya, menegaskan, langkah itu menunjukkan bahwa kerja sama di bidang budaya yang dijalin dua daerah sisi selatan Pulau Jawa itu bukan sekadar identitas luar saja.

“Ditindaklanjuti dengan pawiyatan, jadi ada sekolah budaya bagi para ASN. Akan dipelajari bagaimana soal tingkah laku, kepribadian yang bagus dan sebagainya,” kata Mas Ipin.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved