Penyebab Guncangan Gempa Jakarta dan Sekitarnya Terasa hingga Malang-Trenggalek, ini Kata Pakar

Mengapa Guncangan Gempa Jakarta dan Sekitarnya Terasa hingga Malang-Trenggalek? ini penjelasannya menurut pakar

Penyebab Guncangan Gempa Jakarta dan Sekitarnya Terasa hingga Malang-Trenggalek, ini Kata Pakar
Youtube
UPDATE Gempa Jakarta Malam Ini 2 Agustus 2019, Berkekuatan 7,4 SR dan Berpotensi Tsunami 

SURYA.co.id - Gempa di Banten dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (2/8/2019), juga dirasakan di Malang, Trenggalek, hingga Mataram

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kenapa Gempa Banten Terasa Sampai Yogyakarta dan Mataram?', seorang pakar memberi penjelasan mengapa gempa yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya bisa dirasakan di Malang, Trenggalek, hingga Mataram

Gayatri Indah Marliyani, pakar Tektonik Aktif Geologi Gempa Bumi dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, membenarkan jika sebaran getaran gempa tidak hanya terasa di sekitar Banten dan Jakarta, tapi juga sampai Mataram.

"Karakteristik gempa merata seperti itu, biasanya (pusat) gempanya ada di bagian dalam dari zona subduksi. Atau istilah geologinya intra-slab," ujar Gayatri dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Hal ini biasanya karena ada lempeng samudera yang pecah, retak, atau patah sehingga hiposenter agak dalam dan getarannya bisa terasa sampai ratusan bahkan mungkin ribuan kilometer.

Gayatri menerangkan, untuk karakteristik gempa dengan kedalaman seperti ini umumnya sesar tidak bisa dipetakan.

"Karena dia (patahan) ada di bagian bawah zona subduksi, jadi gempa justru terjadi di batas-batas lempeng yang robek di bawah itu. Sehingga sesarnya sendiri tidak bisa dipetakan karena dia di lempeng samudera," papar Gayatri.

UPDATE Gempa Jakarta Malam Ini 2 Agustus 2019, Berkekuatan 7,4 SR dan Berpotensi Tsunami
UPDATE Gempa Jakarta Malam Ini 2 Agustus 2019, Berkekuatan 7,4 SR dan Berpotensi Tsunami (Youtube)

Gayatri menyebut, gempa di lempeng samudera memiliki karakteristik "lebih liat". Istilahnya, tidak membentuk patahan yang konsisten atau bergerak.

"Ini agak beda dengan gempa megathrust," ungkap dia.

Di samping itu, Gayatri juga menerangkan gempa yang terjadi di zona intra-slab jarang memunculkan gempa susulan.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved