Berita Gresik

Jelang Idul Adha, Satpol PP Gresik Imbau Pedagang Tak Gunakan Trotoar untuk Jualan Hewan

Kepala Satpol PP Gresik, Abu Hasan mengatakan, banyaknya pedagang hewan dadakan perlu ada penertiban.

Jelang Idul Adha, Satpol PP Gresik Imbau Pedagang Tak Gunakan Trotoar untuk Jualan Hewan
SURYAOnline/willy abraham
Pedagang kambing di Jalan Arif Rahman Hakim yang memilih berdagang di bekas rel kereta api nonaktif, Minggu (4/8/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jelang hari Raya Idul Adha, pedagang hewan Kurban dadakan mudah dijumpai di Kabupaten Gresik. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan himbauan agar tidak menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.

Hal itu bertujuan agar tidak mengganggu pengguna jalan. Pihaknya akan menertibkan para pedagang jika berjualan di trotoar.

Sejumlah pedagang hewan Kurban, tersebar di beberapa titik Kota Pudak. Seperti di Jalan Raya Roomo, Manyar. Kemudian di Jalan KH Wachid Hasyim dan Jalan Arif Rahman Hakim. Kebanyakan dari mereka menggunakan lahan kosong untuk berjualan kambing.

Kepala Satpol PP Gresik, Abu Hasan mengatakan, banyaknya pedagang hewan dadakan perlu ada penertiban. Karena jika dibiarkan maka dapat menganggu pengguna jalan karena bau tidak sedap yang ditimbulkan dan juga berkaitan dengan estetika kota.

Pihaknya akan melakukan pemantauan wilayah secara rutin.

"Kami hanya mengimbau agar tidak berjualan di fasilitas umum (fasum). Kami tidak melarang orang berjualan hewan kurban,” ujarnya, Minggu (4/8/2019).

Abu menambahkan, para pedagang dipersilahkan jika menggunakan lahan-lahan kosong maupun menyewa milik orang. Hal itu lebih baik ketimbang di trotoar.

“Yang penting tidak di taman maupun fasum,” tegasnya.

Mantan kepala BPBD Gresik ini juga menyoroti pelanggaran lain yang ditemui. Yaitu, promosi penjualan hewan kurban yang bertebaran di hampir seluruh wilayah Kota Wali.

Dalam pantauannya, para pedagang itu memanfaatkan spanduk untuk promosi berjualan hewan. Spanduk tersebut melanggar karena tidak berizin.

"Kalau mau memasang spanduk atau reklame ya harus ada izinnya, itu sudah ada aturannya di dalam Perda maupun Perbup Kabupaten Gresik, tidak asal pasang," tutupnya. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved