Berita Surabaya

Saat Mahasiswa Asing Belajar Sosiopreneur Hingga Bikin Batik Jumputan di Surabaya

Pembuatan batik ini mereka pelajari dari ibu- ibu PKK RT 7 RW 5 Siwalankerto yang merupakan binaan Fakultas Seni dan Desain UK Petra

Saat Mahasiswa Asing Belajar Sosiopreneur Hingga Bikin Batik Jumputan di Surabaya
surya.co.id/sulvi sofiana
Mahasiswa peserta SuraBali Summer Program saat menunjukkan hasil kaos jumputan yang mereka buat bersama ibu-ibu PKK Siwalankerto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Belasan mahasiswa dari Tiongkok dan Jepang, didampingi mahasiswa UK Petra tersebut terlihat sibuk membuat motif batik jumputan pada kaos.

Pembuatan batik ini mereka pelajari dari ibu- ibu PKK RT 7 RW 5 Siwalankerto yang merupakan binaan Fakultas Seni dan Desain UK Petra, Sabtu (3/8/2019).

Meskipun terlihat kesulitan membuat jumputan dengan mengisi kelereng pada kaos dan mengikatnya, para mahasiswa yang mengikuti SuraBali Summer Program mampu menyelesaikan motif pada kaos yang akan mereka bawa sebagai oleh-oleh.

Daiki Numata, mahasiswa asal Jepang mengungkapkan sejak ke Indonesia ia telah melihat banyak motif batik pada pakaian. Iapun ingin mencoba membuat salah satunya.

"Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, ini motifnya padahal sederhana. Tapi seru juga memberi warna beragam tapi hasilnya selaras,"ungkap mahasiswa yang menempuh Pendidikan Bahasa di International Christian University ini.

Selain itu, dalam program SuraBali yang baru pertama kali ia ikuti ini, Daiki mengaku mendapat banyak materi yang menurutnya masih baru. Seperti sosiopreneurship yang diterapkan pada ibu-ibu yang mengajarinya.

"Sosiopreneurship baru saya ketahui dari Indonesia. Saya baru tahu kalau ternyata menjadi enterpreunership juga bisa menjalankan aspek sosial dengan memberdayakan masyarakat sekitar,"urainya.

Mariana Wibowo, koordinator SuraBali Program 2019 mengungkapkan SuraBali Program 2019 merupakan suatu bentuk kerjasama konsorsium tiga universitas di indonesia yang digelar mulai 28 Juli hingga 8 Agustus 2019 di Surabaya dan Bali.

Yaitu Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerjasama dengan Universitas Airiangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud) sebagai sebuah konsorsium.

"Selama 12 hari, para peserta secara bergantian belajar di Unair, UK Petra dan Unud-Bali. Tema pembelajaran di UK Petra yaitu Sociopreneurship di indonesia,"ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan di UK Petra, mahasiswa dilatih dengan keilmuan yang dimiliki masyarakat untuk bisa membuat batik jumputan.

Kemampuan masyarakat ini juga bentuk program sociopreneurship dari Fakultas Seni dan Desain UK Petra.

"Kami mengajarkan tidak hanya menjadi seorang sociopreneurship tapi juga bagaimana membuat bisnis model kanvas seperti bisnis planning,"lanjutnya.

Mariana mengungkapkan gelaran SuraBali Summer Program ini menjadi salah satu langkah untuk memujudkan visi World Class University bersama. Tercatat 20 orang mahasiswa Indonesia dan 13 mahasiswa asing yang mengikuti program ini.

"Dengan meningkatkan kegiatan inbound mobility ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya indikasi diraihnya pengakuan internasional," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved