Berita Pasuruan

Jargas Mudahkan Santri Ponpes Salafiyah Pasuruan, Tak Ada lagi Cerita Bikin Kopi Kehabisan Gas

Manfaat jaringan gas (jargas) bumi di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan ternyata sudah memberikan dampak positif bagi para santri.

Jargas Mudahkan Santri Ponpes Salafiyah Pasuruan, Tak Ada lagi Cerita Bikin Kopi Kehabisan Gas
surya.co.id/galih lintartika
Petugas memasang jaringan gas di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Manfaat jaringan gas (jargas) bumi di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan ternyata sudah memberikan dampak positif bagi para santri. Sejak dipasang di awal tahun 2019, sudah ribuan santri merasakan manfaat jargas di Ponpes yang didirikan oleh KH Abdul Hamid ini.

Ada sekitar 1.850 santri putra dan putri dari berbagai wilayah di Indonesia yang menimba ilmu agama di sini. Sehari-harinya mereka memulai kegiatan memperdalam keagamaan di sini. Aktivitas santri di mulai sejak dini hari.

Santri dibangunkan dan diajak untuk menunaikan salat tahajud. ”Di pondok ini, bangun malam itu wajib. Sebelum tahajud, anak-anak biasanya bikin kopi biar tidak ngantuk. Nah, dulu kan di sini pakai gas tabung buat masak airnya, kadang tiba-tiba kehabisan gas, jadinya tidak bisa bikin kopi," kata Kepala Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, Husni Mubaroq ketika ditemui, Jumat (2/8/2019).

Dikatakan Husni, kondisi itu berbeda sekarang. Menurutnya, sejak adanya jargas ini sekarang sudah tidak ada lagi ceritanya tidak bisa ngopi karena kehabisan gas.

Dijelaskan Husni, ngopi bagi para santri di pondok ini memang sudah menjadi tradisi.

Santri mandiri membuat kopi sendiri meski bagi santri putra memang tidak ada kegiatan masak memasak dalam jumlah besar. Kompor di dapur biasanya hanya digunakan untuk membuat air bagi yang ingin membuat kopi atau memasak mie instan..

Begitu juga di pondok santri putri. Meskipun memiliki banyak santri, namun memasak juga tidak selalu dalam jumlah besar. Hanya dalam waktu-waktu tertentu saja mereka menanak nasi dan memasak lauk.

"Nah dengan jargas ini, kami dimudahkan. Karena intensitas memasak tidak terlalu besar, maka jargas untuk memasak sangat membantu sekali," urainya.

Husni mengaku pengurus awalnya sempat memiliki kekhawatiran. Ia mengisahkan, awalnya ada musyawarah dulu karena sempat khawatir. Akhirnya beberapa kawan mencari informasi mengenai jargas ini.

Dari informasi itu, lanjut dia, menggunakan jargas itu enak karena praktis dan aman. Karena dijamin keamanannya, ia pun percaya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved