Wabup Nganjuk Minta Dispendik Segera Perbaiki Atap Plafon Gedung SD Negeri yang Viral

Wakil Bupati Nganjuk, Mahaen Djumadi meninjau SDN Gaung Kido di kota Nganjuk yang viral di media sosial setelah atapnya disebut ambrol.

Wabup Nganjuk Minta Dispendik Segera Perbaiki Atap Plafon Gedung SD Negeri yang Viral
surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
Wabup Nganjuk, Marhaen Djumadi (baju putih) saat meninjau plafon atap gedung kelas SDN Ganung Kidul Kota Nganjuk yang ambrol. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Wakil Bupati Nganjuk, Mahaen Djumadi meninjau SDN Gaung Kido di kota Nganjuk yang viral di media sosial setelah atapnya disebut ambrol. 

Setelah peninjauan itu, Mahaen meminta Dinas Pendidikan untuk langsung turun tangan. 

"Melihat kondisi plafon atap gedung SD memang cukup membahayakan bagi siswa di bawahnya. Makanya kami sudah langsung minta Dispendik dan UPTD Pendidikan agar segera melakukan perbaikan," kata Marhaen Djumadi, Jumat (2/8/2019).

Disamping itu, Marhaen Djumadi juga melihat langsung bangunan gedung serbaguna di SDN Ganung Kidul Kota Nganjuk yang sudah tidak sempurna.  Banyak kayu plafon atap yang melengkung sehingga sewaktu-waktu bisa ambrol.

Dia pun menyetujui langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan melepas plafon dan kayunya yang sudah lapuk dan nyaris ambruk.

"Kami apresiasi tindakan itu melihat kondisi atap plafon gedung yang rapuh dan nyaris ambruk demi keselamatan para siswa yang sedang belajar di gedung itu," ucap Marhaen.

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah video plafon ruang kelas SD di Nganjuk sempat viral di sejumlah grup WhatsApp. Video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan sebuah plafon kelas SDN berserakan di lantai. Namun pengunggah video yakni salah satu tenaga guru di SDN tersebut membantah kalau plafon atap ambrol seperti viral di Medsos.

Tapi ambrolnya plafon atap ruang kelas SDN itu sengaja dilepas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada siswa sekolah yang sedang belajar.

Menurut Aris, salah satu tenaga guru di SDN Ganung Kidul, Plafon ruang kelas 1B sebelumnya memang sudah rusak dengan kondisi membengkok. Sejumlah kayu penyanggga lapuk. Kondisi tersebut cukup membayakan siswa. Maka pihaknya diminta pihak Sekolah untuk melakukan pembersihan dan pelepasan plafon yang lapuk tersebut.

"jadi sekali lagi kami sampaikan, atap plafon itu tidak ambrol begitu saja seperti dalam video yang viral, tapi atap plafon memang kami lepas dan ketika belum sempat dibersihkan dividiokan," tutur Aris.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved