Kesehatan

Tips Menu Diet untuk Penderita Diabetes Dari dr Merlyna

Bagi para penderita diabetes militus atau kencing manis, mengatur pola makan atau menu diet sangat penting untuk dilakukan. Ini tipsnya

wartakota.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi para penderita diabetes militus atau kencing manis, mengatur pola makan atau menu diet sangat penting untuk dilakukan.

Di antaranya adalah mengonsumsi makanan sesuai dengan kalori yang dibutuhkan.

Kalori merupakan takaran energi dalam makanan. Kebutuhan kalori pada tubuh disesuaikan dengan indeks massa tubuh (IMT).

IMT, ungkap dokter spesialis penyakit dalam MedicElle Clinic, dr Merlyna Savitri SpPD FINASIM, dihitung dengan cara membandingkan berat badan dengan tinggi badan.

Menghitungnya, membagi berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

"Sebagai contoh apabila berat badan sebesar 76 kg dan tinggi badan 1.67 m, maka indeks massa tubuh diketahui sebesar 27,25 dan dikategorikan sebagai kelebihan berat badan," ungkap Merlyna.

Apabila IMT kurang dari 18,5, maka dikategorikan underweight. Jika antara 18,5 - 24,9 maka dikategorikan normal.

Apabila IMT 25,0 - 29,9 maka dikategorikan overweight. Terakhir, apabila lebih dari 30,0 maka dikatakan obuse.

"Apabila status gizi obes (gemuk), maka energi yang dibutuhkan antara 1.300 hingga 1.500 kkal," tutur Merlyna.

Ia pun memberikan aturan makan yang bisa diikuti bila status gizi obes. Berikut tipsnya :

  1. Sarapan pagi pukul 07.00: Nasi (satu centong), lauk hewani (satu potong), sayur (bebas). Jenis yang digoreng maksimal satu.
  2. Snack pagi pukul 10.00: Buah (satu potong).
  3. Makan siang pukul 13.00: Nasi (satu centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayur (bebas), buah (satu potong). Jenis makanan digoreng maksimal satu.
  4. Snack siang pukul 15.00: Buah (satu potong).
  5. Makan sore pukul 18.00: Nasi (satu centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas), buah (satu potong). Jenis yang digoreng maksimal satu.

Jika Status Gizi Kurus

Apabila status gizi kurus, maka energi yang dibutuhkan antara 2.300 hingga 2.500 kkal.

Aturan makannya, Merlyna memaparkan sebagai berikut:

  1. Sarapan pukul 07.00: Nasi (1,5 centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas). Jenis yang digoreng maksimal dua.
  2. Snack pagi pukul 10.00: Buah (satu potong) dan susu (satu gelas).
  3. Makan siang pukul 13.00: Nasi (tiga centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas), buah (satu potong). Jenis yang digoreng maksimal tiga.
  4. Snack siang pukul 15.00: Buah (satu potong).
  5. Makan sore: Nasi (2,5 centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas), buah (satu potong). Jenis yang digoreng maksimal dua.

Jika Status Gizi Normal

Apabila status gizi normal, maka energi yang dibutuhkan antara 1.700 hingga 2.100 kkal.

Berikut aturan makannya : 

  1. Sarapan pukul 07.00: Nasi (1,5 centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas). Jenis yang digoreng maksimal dua.
  2. Snack pagi pukul 10.00: Buah (satu potong).
  3. Makan siang pukul 13.00: Nasi (dua centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas), buah (satu potong). Jenis yang digoreng maksimal tiga.
  4. Snack siang pukul 15.00: Buah (satu potong).
  5. Makan sore: Nasi (dua centong), lauk hewani (satu potong), lauk nabati (satu potong), sayuran (bebas), buah (satu potong). Jenis yang digoreng maksimal dua.

Itulah jumlah kalori yang dibutuhkan sesuai indeks massa tubuh beserta aturan makan yang direkomendasikan dokter spesialis penyakit dalam MedicElle Clinic, dr Merlyna Savitri SpPD FINASIM. Semoga bermanfaat.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved