Breaking News:

Berita Surabaya

RS BDH Surabaya bakal Punya Alat Terapi Nuklir, Diharapkan Pangkas Antrean Pasien Kanker

Feni menyebut, pemkot sudah menganggarkan sekitar Rp 140 juta untuk pengadaan alat terapi nuklir tersebut.

Foto: istimewa
RS Bakti Darma Husada (BDH) Surabaya. 

  
SURYA.co.id, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menambah alat terapi kanker di dua rumah sakitnya, RS Soewandhie dan RS Bhakti Dharma Husada (BDH).

Ini dilakukan karena panjangnya antrean pasien kemoterapi di RS Soewandhie maupun RSUD Dr. Soetomo.

Khusus untuk RS BDH Pemkot akan memfasilitasi dengan alat terapi nuklir untuk kemoterapi pasien kanker. Alat ini diharapkan memangkas antrean pelayanan pasien pengidap kanker.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita  mengatakan Pemkot akan menambah dua alat radioterapi di RS Soewandhie.

"Di RS Soewandhie akan ditambah peralatan radioterapi dua untuk mengurangi antrean-antrean yang ada. Kan banyak itu (yang mengantre), sedangkan yang punya radioterapi cuma beberapa," tutur Feni, sapaan akrabnya, Jumat (2/8/2019).

Pemkot juga akan menambah alat terapi nuklir di RS BDH Surabaya.

Feni menyebut, pemkot sudah menganggarkan sekitar Rp 140 juta untuk pengadaan alat terapi nuklir tersebut, yang direncanakan tuntas pada 2020.

Selain alat terapi nuklir, RS BDH juga akan memiliki gedung baru di sebelah kirinya.

"BDH akan diberikan alat terapi nuklir. Anggarannya kira-kira Rp 140 juta. Di BDH kan sebelumnya belum ada sama sekali (alat terapi kanker). Kalau di Soewandhie sudah ada kemoterapi," jelasnya.

Padahal, lanjutnya, selama ini BDH menerima banyak pasien kanker.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved