Berita Kediri

Pengelola Spa di Kediri Sebut Baru Seminggu Buka, Berdalih Tak Tahu Terapisnya Anak di Bawah Umur

Pemilik D-Glamour Spa & Massage menyatakan tidak mengetahui jika ada terapisnya yang masih di bawah umur

Pengelola Spa di Kediri Sebut Baru Seminggu Buka, Berdalih Tak Tahu Terapisnya Anak di Bawah Umur
surya/didik mashudi
Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal memperlihatkan Liyan Permana Putra selaku pemilik D-Glamour Spa & Massage kepada awak media, Jumat (2/8/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pemilik D-Glamour Spa & Massage, Liyan Permana Putra (32), jadi tersangka kasus prostitusi. Liyan diduga mempekerjakan anak di bawah umur untuk memberikan berbagai layanan seksual, termasuk yang menyimpang, di spa miliknya tersebut.

Panti pijat yang berlokasi di Jalan Raya Gampengrejo, Kabupaten Kediri, ini memiliki room VIP untuk menggaet pelanggang dari kalangan menengah ke atas. Liyan mengaku baru seminggu membuka spa tersebut.

Namun, Liyan menyatakan tidak mengetahui jika ada terapisnya yang masih di bawah umur.

Layanan Seks Menyimpang 2 Terapis & Tamu Terungkap saat Polisi Gerebek Sebuah Spa di Kediri

"Saya membuka lowongan kerja di facebook. Selanjutnya keempat orang terapis itu mendaftar," ungkap Liyan Permana Putra kepada awak media di Mapolres Kediri, Jumat (2/8/2019).

Kepada dirinya, para pendaftar itu mengaku sudah dewasa dan cukup umurnya untuk bekerja, seperti SB (17) mengaku sudah dewasa.

"Waktu mereka mendaftar ngakunya sudah di atas umur," jelas Liyan.

Sementara RF (16), Liyan beralasan ia diserahkan foto copy KTP palsu.

"Saya diberi foto copyan KTP yang ternyata palsu," jelasnya.

Polisi sempat meminta keterangan 4 orang terapis pramupijat masing-masing, SB alias Sisil (17) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, RF alias Mega (16) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, ME alias Intan (18) warga Desa Gogorante, Kecamatam Ngasem dan RA alias Hani (20) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Liyan sendiri mengaku pasrah setelah kedok panti pijatnya kembali digrebek polisi.

Awal 2019, Panti Pijat dan Spa D Glamour juga digrebek Polda Jatim dalam kasus yang sama.

Dalam sidang, pengelolanya diganjar dengam hukuman 5 bulan penjara.

Akibat perbuatannya, Liyan yang membuka praktik prostitusi yang mempekerjakan anak di bawah umur bakal dijerat pasal 88 jo pasal 761 UU R1 nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP.

Tersangka terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved