Berita Surabaya

Musim Kemarau Panjang, Ini yang Dilakukan Petani Kopi di Jatim untuk Melindungi Tanamannya

sepanjang kemarau yang terjadi tidak terlalu ekstrem, maka tidak akan terlalu berpengaruh pada produksi kopi.

Musim Kemarau Panjang, Ini yang Dilakukan Petani Kopi di Jatim untuk Melindungi Tanamannya
pixabay
Ilustrasi kopi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kemarau panjang yang berlangsung saat ini tidak terlalu berdampak pada produksi kopi di Jawa Timur.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Karyadi mengungkapkan sepanjang kemarau yang terjadi tidak terlalu ekstrem, maka tidak akan terlalu berpengaruh pada produksi kopi.

"Apalagi ini juga habis panen, jadi kita harus menunggu 4-5 bulan kedepan untuk panen lagi. Kalau Oktober sudah turun hujan ya sudah bagus lagi," ucap Karyadi, Kamis (1/9/2019).

Selain itu, sebagian besar petani kopi sudah menanam tanaman naungan untuk melindungi kopi dari terik matahari secara langsung.

"Tanaman naungannya macam-macam, ada lamtoro, sengon dan ini membantu sekali saat musim kemarau," ucapnya.

Karyadi menambahkan, pada dasarnya kopi tidak membutuhkan air yang terlalu banyak.

Selama teknik budidayanya tepat dan pupuknya terjaga, maka produksi kopi relatif aman.

Untuk tahun ini, Karyadi optimis produksi kopi Jawa Timur akan naik sekitar 10-20 persen dari tahun lalu 64.711 ton kopi pertahun.

"Kantung produksi kita ada di pengunungan Ijen, Raung, Bromo Tengger Semeru, Argopuro, di Kabupaten Malang, dan Gunung Wilis," pungkasnya. (Sofyan Arif Candra)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved