Masih Tidak Terima Dipecat, ASN di Tulungagung Mengajukan Banding

Satu dari 3 ASN yang dipecat Pemkab Tulungagung menolak putusan hakim PTUN dan memilih untuk melakukan banding.

Masih Tidak Terima Dipecat, ASN di Tulungagung Mengajukan Banding
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kepala Bagian Hukum Pemkab Tulungagung, Syaiful Bakri. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Gugatan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat Pemkab Tulungagung tidak diterima hakim Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN).

Tiga ASN itu sebelumnya dipecat karena terlibat kasus korupsi. Mereka adalah dua mantan guru SMPN 2 Tulungagung, Supraptiningsih dan Rudy Bastomi, serta Asaf Doswara, mantan sekretaris Satpol PP Tulungagung.

Mereka menggugat karena menilai pemecatan itu cacat hukum, karena dilakukan oleh seorang pelaksana tugas (Plt) bupati.

“Putusan hakim adalah NO (niet ontvankelijke verklaard),” ujar Kepala Bagian Hukum Pemkab Tulungagung, Syaiful Bakri, Jumat (2/8/2019).

NO adalah putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

Putusan PTUN Surabaya ini diambil pada pertengahan Juli 2019 lalu.

Lanjut Syaiful, cacat formil yang dimaksud adalah, para penggugat tidak pernah mengajukan keberatan administrasi.

Rudy dan Asaf menerima putusan itu, sehingga tidak mengajukan banding.

Namun Supraptiningsih mengajukan banding atas putusan hakim.

Saiful yakin, putusan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara akan menguatkan putusan sebelumnya.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved