Otomotif
Touring dengan Konvoi, Agar Aman Sebaiknya Perhatikan Lima Tips Ini
Touring kerap dilakukan secara konvoi dan tentunya berbeda dengan berkendara sendirian.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah kesibukan dan rutinitas pekerjaan, berkumpul bersama kawan komunitas bisa menjadi cara mengusir rasa jenuh sekaligus mencari pengalaman menarik dan mengesankan.
Tak jarang bila komunitas otomotif, menyempatkan waktu untuk sekadar berkumpul kopi darat, atau kegiatan lain misalnya touring bersama.
Budi Harnata, anggota Komunitas Trailblazer Indonesia (TBZI), yang secara berkala melakukan kegiatan touring bagi para anggotanya, membagi pengalaman selama touring dengan konvoi.
“TBZI merupakan wadah bagi para pecinta Chevrolet untuk mempererat keakraban dan berbagi pengalaman seputar kendaraan. Membagi beberapa tips yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pada saat touring bersama komunitas,” paparnya.
Touring kerap dilakukan secara konvoi dan tentunya berbeda dengan berkendara sendirian.
Berkendara dalam rangkaian membutuhkan kewaspadaan lebih untuk menjaga keamanan.
Berkendara sendiri, prioritas utama adalah keselamatan diri sendiri dan penumpang.
Namun berkendara bersama komunitas, dituntut untuk dapat bekerja sama dengan anggota lainnya.
Berikut tips yang dapat dijadikan panduan saat touring bersama komunitas:
1. Periksa Kondisi Kendaraan
Memeriksa kondisi kendaraan seperti lampu, oli, rem, ban dan air wiper.
Selain itu, jangan lupa memeriksa kondisi ban cadangan.
Pastikan bahan bakar penuh dan tidak habis sampai dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berikutnya.
Memeriksa apakah ada cairan yang berasal dari kebocoran pada salah satu komponen kendaraan.
Persiapkan nomor layanan yang dapat dihubungi saat darurat termasuk layanan derek mobil.
2. Rencanakan Rute yang Akan Dilalui
Cek rute perjalanan untuk memastikan tempat pemberhentian penting yang diperlukan.
Seperti tempat peristirahatan, SPBU untuk mengisi bahan bakar dan bengkel untuk keadaan emergency.
Bisa juga memanfaatkan fitur petunjuk arah (GPS) untuk memastikan tetap berada di arah yang benar.
3. Siapkan Barang Bawaan
Memastikan segala kebutuhan dalam perjalanan dapat terpenuhi dan kabin serta bagasi tidak penuh sesak dengan barang-barang yang tidak diperlukan.
Beberapa perangkat seperti power bank, charger ponsel mobil, lampu senter, cable jumper serta kotak P3K sangat diperlukan terutama dalam keadaan darurat.
Jangan lupa menyiapkan tali pengikat bagasi, agar barang pada bagasi tidak bergeser dan mengganggu konsentrasi.
Juga sediakan cemilan atau makanan ringan sebagai teman perjalanan dan pengganjel di saat lapar namun jarak perjalanan masih jauh menuju rumah makan terdekat.
4. Tertib Lalu Lintas
Touring dengan konvoi kendaraan dalam jumlah banyak. Maka, sangat penting untuk tetap menjaga rangkaian, namun tetap harus mengutamakan peraturan lalu lintas agar tidak mengganggu kenyamanan dari pengguna jalan yang lainnya.
Selain itu, rangkaian di depan sebaiknya menunggu anggota lain yang terputus karena lampu merah.
5. Pastikan Komunikasi Lancar
Menjaga komunikasi tiap kendaraan anggota menjadi aspek penting, termasuk navigasi dan koordinasi dalam perjalanan agar waktu menuju lokasi tujuan sesuai dengan susunan rangkaian acara.
"Kami selaku komunitas selalu memperhatikan aspek keselamatan berkendara, terutama ketika melakukan kegiatan touring.
Pembekalan keselamatan berkendara pada anggota selalu kami terapkan sejak masa persiapan hingga selama touring,” lanjut Budi Harnata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/komunitas-trailblazer-indonesia-tbzi-saat-melakukan-touring.jpg)