Tim Ubaya dan Uniar Juara Basket Liga Mahasiswa 2019 Regional Jatim

Gelar juara tim basket putri diraih Ubaya dan tim putra diraih Unair di Basket Liga Mahasiswa 2019 Regional Jatim

Tim Ubaya dan Uniar Juara Basket Liga Mahasiswa 2019 Regional Jatim
Istimewa
Pemain putri Ubaya meluapkan kegembiraanya setelah berhasil juara basek Liga Mahasiswa 2019 Regional Jatim di Malang 

SURYA.co.id | MALANG - Tim basket putri Universitas Surabaya (Ubaya) dan tim putra Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi juara Basket Liga Mahasiswa 2019 regional Jatim yang digelar di Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (31/7/2019) malam.

Tim putri Ubaya menjadi yang terbaik setelah mengalahkan tim putri Universitas Airlangga (Unair) melalui babak tambahan sebelum akhirnya berhasil menang dengan skor 67-65.

Jalannya pertandingan cukup sengit, Ubaya sebelumnya sempat tertinggal, namun tim asuhan Wellyanto Pribadi itu akhirnya mampu unggul pada babak overtime.

Sayangnya keberhasilan tim putri tak menyertai tim basket putra Ubaya. Tim putra harus kalah dari tim putra Unair saat bertemu di final.

Sehingga dua kampus tersebut harus berbagi gelar, gelar juara tim basket putri diraih Ubaya dan gelar juara tim putra diraih Unair.

Tim putra Unair berhasil mengalahkan tim putra Ubaya dengan skor akhir 35-46.

Wellyanto Pribadi Pelatih Tim Basket Putri Ubaya, keberhasilan pada babak final ini tak lepas dari strategi mentereng yang berhasil ditampilkan para pemainnya. Sehingga awalnya sempat tertinggal 40-47 akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 59-59 dan menang pada babak tambahan dengan skor tipis 67-65.

"Pertandingan yang bagus, kami tekankan untuk menekan dari depan cukup berhasil. Dan terlihat sekali lawan justru mengikuti gaya permainan kami. Saya intruksikan sejak awal harus tekan dan hasilnya cukup positif," kata Wellyanto Pribadi, Rabu (31/7/2019).

Usai dari regional Jawa Timur, tim yang berhasil masuk tiga besar ini akan bertanding di level Nasional di Jakarta melawan kampus-kampus se Indonesia.

Bicara soal peluang di nasional, Welly mengaku belum berani memasang target, sebab dirinya meyakini di tingkat nasional lawan akan semakin berat ditambah lagi beberapa pemain inti mereka bergabung bersama Timnas.

"Yang penting anak-anak main bagus saja. Sekarang hanya perlu meningkatkan semangat dan percaya diri mereka. Kalau target kami tidak bisa bicara target karena kami tidak tahu lawan-lawan kami disana dan banyak pemain utama kami tidak bisa main karena timnas," ujarnya.

Aries Herman pelatih tim basket Unair mengaku jika awalnya tim putri dijagokan akan menjadi juara, namun meleset. Sedangkan tim putra yang awalnya tak dibebankan target juara, justru mampu meraih gelar juara mengalahkan Ubaya.

"Sebenarnya kami tidak menyangka dengan hasil ini. Sebab sejak awal target juara itu tim putri, untuk putra kami tidak mematok target juara tapi justru tim putra yang juara. Putra bisa bermain lepas tanpa beban dan disiplin, yang putri bebannya terlalu besar dan banyak diunggulkan justru kalah," tutur Aries Herman.

Untuk tingkat nasional Aries mengaku tak memasang target muluk-muluk. Tim putri ia target masuk lima besar, sementara putra hanya untuk menambah pengalaman karena kebanyakan dari pemain merupakan mahasiswa baru.

"Mungkin putri masuk empat besar. Kalau putra mencari pengalaman karena 40 persen mahasiswa baru dan kalau di nasional tentu lawanya lebih berat lagi," tutupnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved