Berita Surabaya

Restoran Ini Naikan Gaji Karyawan Seusai Pakai Gas Bumi, PGN: Perluas Pelanggan Komersial Sidoarjo

Pengusaha restoran Qen-ndi Garden Resto & Grill di Sidoarjo merasakan betul manfaat instalasi jaringan gas bumi PGN

Restoran Ini Naikan Gaji Karyawan Seusai Pakai Gas Bumi, PGN: Perluas Pelanggan Komersial Sidoarjo
istimewa
Dapur Restoran Qen-ndi di Sidoarjo yang sudah menggunakan instalasi gas bumi PGN. Restoran ini akhirnya menaikan gaji karyawannya lantaran bisa berhemat banyak dari biaya produksinya seusai menggunakan gas bumi PGN. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengusaha restoran Qen-ndi Garden Resto & Grill di Sidoarjo merasakan betul manfaat instalasi jaringan gas bumi PGN. Restoran di bilangan Taman Pinang Indah ini telah tersambung dan teraliri gas bumi sejak November 2018 lalu.

Restoran ini termasuk pelanggan komersial PGN yang pertama di Sidoarjo. Ada banyak kemanfaatan yang dirasakan oleh pihak restoran sejak menggunakan gas bumi.

"Kemanfaatan yang kami rasakan sangat banyak, baik dari sisi operasional ataupun kinerja perusahaan. Bahkan karena biaya bahan bakar menjadi berkurang banyak, pemilik Qen-ndi akhirnya akan menaikkan gaji karyawan di tahun ini," ungkap Yuniarto Setiawan, Operasional Manager Qen-ndi Garden Resto & Grill Sidoarjo, Kamis (1/8/2019).

Keputusan untuk menaikkan gaji karyawan tersebut setelah melakukan evaluasi kinerja pasca penggunaan gas bumi dalam proses produksi, menggantikan elpiji.

Ia mengaku, selisih biaya bahan bakar elpiji dengan gas bumi sangat besar.

efisiensinya bisa mencapai sekitar 70 persen.

"Kalau dulu, saat menggunakan elpiji, biaya bahan bakar rata-rata mencapai Rp 18 juta per bulan. Sekarang biaya itu tinggal Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Selain murah, penggunaan gas bumi juga tidak terbuang, beda dengan elpiji. Kalau kami membeli elpiji 50 kilogram, yang bisa digunakan hanya sekitar 85 persen hingga 90 persen, sisanya terbuang karena membeku. Padahal harga elpiji 50 kg saat ini mencapai Rp 600.000," jelasnya.

Jika dikonversi ke rupiah, efisiensi tersebut rata-rata bisa mencapai Rp 12 juta per bulan atau sekitar Rp 144 juta per tahun.

Dengan kondisi tersebut, maka Iwan mengaku bisa berbuat banyak untuk perusahaan, di antaranya bisa menekan harga jual saat harga bahan baku melonjak.

Dampak positif selanjutnya, Qen-ndi menjadi kian kompetitif dibanding kompetitor yang ada di sekitarnya.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved