Berita Ekonomi Bisnis

Pertamina Target 7 Kilang Beroperasi 2025, Hasilkan 2 Juta BPH, Impor Disbut akan Terhenti

"Targetnya di 2025 semua kilang minyak menghasilkan 2 juta BPH, itu sudah ketambahan kilang Tuban," Kata Manajer Communication & CSR MOR V Rustam Aji.

Pertamina Target 7 Kilang Beroperasi 2025, Hasilkan 2 Juta BPH, Impor Disbut akan Terhenti
foto: istimewa
¬†Kilang minyak Refinery Unit VI Balongan, Indramayu 

SURYA.co.id | TUBAN - Saat ini Pertamina telah memiliki enam kilang minyak dengan jumlah produksi 1 juta barel per hari (BPH).

Direncanakan, pada 2025 kilang minyak antara Pertamina dengan Grass Root Refinery (GRR) yang berada di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban bisa beroperasi.

Kilang patungan dua negara itupun memiliki kapasitas produksi 300 ribu BPH.

Bahkan, di tahun 2025 perusahaan minyak berplat merah itu juga menargetkan semua kilang bisa menambah produksi.

"Targetnya di 2025 semua kilang minyak bisa menghasilkan 2 juta BPH, itu sudah ketambahan kilang Tuban juga," Kata Manajer Communication & CSR MOR V Rustam Aji, Rabu (31/7/2019).

Dia menjelaskan, untuk mencapai target 2 juta BPH di empat tahun mendatang, maka semua kilang harus mencapai produksi 300 ribu BPH.

Misal dari produksi enam kilang saat ini yaitu RU II Dumai Riau kapasitas produksi yaitu 170 ribu BPH, RU III Plaju Palembang kapasitas produksi 133.7 ribu BPH, RU IV Cilacap kapasitas produksi 348 ribu BPH, RU V Balikpapan kapasitas produksi 260 ribu BPH, RU VI Balongan Indramayu kapasitas produksi 125 ribu BPH, dan RU VII Kasim di Sorong kapasitas produksi 10 ribu BPH.

Semua kilang nantinya harus produksi 300 ribu BPH, termasuk kilang Tuban juga demikian.

"Jika di tahun 2025 Produksi kilang mencapai 2 juta BPH, maka tidak akan impor lagi, karena sudah mencukupi konsumsi dalam negeri," Pungkasnya.

Sekadar diketahui, saat ini konsumsi BBM dalam negeri yaitu mencapai 1,4 juta BPH. Dari enam kilang yang sudah berproduksi memiliki kapasitas 1 juta BPH, namun yang menjadi minyak yaitu 800 ribu BPH atau sekitar 80 persennya. Sisanya sebanyak 600 ribu BPH masih impor.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved