Berita Tulungagung

Pasar Hewan Tulungagung Rusak Sebelum Berfungsi Diduga Bagian dari Kasus Korupsi yang Ditangani KPK

Kondisi pasar hewan terpadu Tulungagung yang rusak sebelum difungsikan, diduga terkait kasus korupsi PUPR yang ditangani KPK

Pasar Hewan Tulungagung Rusak Sebelum Berfungsi Diduga Bagian dari Kasus Korupsi yang Ditangani KPK
SURYA.co.id/David Yohanes
Pasar hewan terpadu, di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, sudah rusak padahal belum difungsikan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kondisi pasar hewan terpadu yang rusak sebelum difungsikan, diduga terkait kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus ini menyeret Bupati Syahri Mulyo dan Kepala Dinas PUPR saat itu, Sutrisno.

Informasi di antara rekanan proyek Dinas PUPR, pasar hewan terpadu terkait orang dalam lingkaran korupsi ini. Bahkan, kasus ini sempat disinggung dalam proses persidangan Sutrisno.

"Saat di persidangan, Pak Tris waktu itu sempat menyebut satu nama yang minta anggaran. Bukan minta proyek lo, tapi minta anggaran," ujar CC, inisial salah satu kontraktor di Dinas PUPR.

Begini Alasan Bappeda Tulungagung Soal DPRD Berang Pasar Hewan Rusak Sebelum Difungsikan

Sosok yang disebut CC dikenal dengan pimpinan dewan.

Dia juga seorang kontraktor, yang selalu memegang proyek-proyek besar di Tulungagung.

Keberaniannya meminta alokasi anggaran, karena sosok ini bisa menekan dinas lewat oknum DPRD Tulungagung.

"Jadi pasar hewan ini sebenarnya plot anggaran yang diminta oleh orang ini," sambung CC.

Seingat CC, plot anggaran yang diminta saat itu mencapai Rp 10 miliar.

Proyek pasar hewan terpadu ini mulai dikerjakan pada 2017, dengan anggaran tahap pertama Rp 4,5 miliar.

Kemudian dilanjutkan tahun 2018, dianggarkan kembali Rp 2,4 miliar.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved