Kintamani, Anjing Ras Asli Indonesia Ramaikan Ajang JFC Pets Carnival di Jember

Anjing Kintamani yang merupakan anjing ras murni Indonesia ikut serta dalam parade anjing di JFC Pets Carnival di Jember, Kamis (1/8/2019).

Kintamani, Anjing Ras Asli Indonesia Ramaikan Ajang JFC Pets Carnival di Jember
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sejumlah pemilik anjing membawa anjing Kintamani milik mereka ke ajang Pets Carnival di Jember, Kamis (1/8/2019) 

SURYA.co.id | JEMBER - Anjing Kintamani yang merupakan anjing ras murni Indonesia ikut serta dalam parade anjing di JFC Pets Carnival di Jember, Kamis (1/8/2019).

Pets Carnival adalah salah satu rangkaian karnaval di pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC)-18 Tahun 2019.

Anjing berwarna putih itu bersama puluhan ekor anjing jenis lain berparade di awal karnaval.

"Kintamani ini ras murni Indonesia. Baru diakui dunia oleh Federasi Kinologi Internasional di Shanghai pada April 2019," ujar drh Eka Andrian.

Eka pun turut berparade sambil menuntun anjing bernama Arturo. Keikutsertaan anjing Kintamani di ajang parade hewan JFC itu sekaligus untuk makin mengenalkan anjing ras murni Indonesia tersebut.

Pets Carnival mengawali pagelaran JFC-18. Selain Pets Carnival, akan ada Kids dan Artwear Carnival pada Jumat (2/8/2019), kemudian ada Wonderfull Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) pada Sabtu (3/8/2019), dan puncak karnaval atau grand carnival JFC pada Minggu (4/8/2019).

Di Pets Carnival tampil sejumlah parade yakni parade anjing, reptil, musang, ayam, dan kucing. Sebelum parade hewan tampil, Pets Carnival dibuka oleh penampilan kesenian tradisional jaranan.

Ketua Yayasan JFC Budi Setiawan mengatakan Pets Carnival digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup hewan dan lingkungan.

"Karena hewan harus bebas dari rasa lapar, rasa takut, ketidaknyamanan fisik dan psikis, juga bebas mengekspresikan perilaku alami mereka," ujar Iwan, panggilan akrab Budi Setiawan.

Pets Carnival mulai digelar sejak JFC-17 tahun lalu. Sedangkan JFC-18 Tahun 2019 menghadirkan tema "Tribal Grandeur".

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved