Berita Magetan

KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna Resmikan Depo Khusus Servis Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi

"Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 ini sesuai rencana strategis lima tahunan TNI AU," ujar KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna Resmikan Depo Khusus Servis Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi
SURYAOnline/Doni prasetyo
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna melantik delapan Komandan Satuan Pemeliharaan (Sathar) di Depo Pemeliharaan (Depohar) 80, yang khusus menangani "engine" (mesin) pesawat tempur di Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan, Rabu (31/7/2019). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Lanud Iswahjudi, Maospati, Kabupaten Magetan kini miliki Depo khusus servis mesin pesawat tempur canggih seperti Sukhoi dan F-18 Super Hornet, dan generasi 5 seperti F-22 Raptor dan F-35 JSF buatan Amerika atau T-50 Rusia.

Depo tersebut diresmikan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) TNI Yuyu Sutisna, Rabu (31/7/2019).

"Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 ini sesuai rencana strategis lima tahunan TNI AU yang selama ini kita belum punya depo khusus memelihara mesin pesawat tempur, "kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna seusai peresmian.

Kasau menjelaskan beban kerja skadron teknik terlalu banyak dan pesawat terus berdatangan, baik jenis dan jumlahnya, sehingga harus memisahkan dan membentuk depo pemeliharaan 80 ini.

"Dengan dibentuknya depo ini, sehingga lebih fokus, lebih teliti, dan kualitas peneliharaan engine (mesin) lebih terjami,"jelas Yuyu Sutisna.

Dikatakan Marsekal Yuyu, dengan depo yang dipimpin seorang Kolonel, tentunya di bawahnya ada satuan-satuan pemeliharaan (Sathar) setingkat batalyon yang akan memegang berbagai tipe pesawat pesawat tempur itu.

"Dengan ini, beban kerja yang sebelumnya tertumpu di salah satu satuan, sekarang menjadi merata. Personilnya, sambil menunggu personil baru kita ambil personil personil yang sudah kualifight dari satuan satuan asal, dari tehnik dan depo,"kata Kasau.

Personil-personil yang sudah kualifight dari tehnik dan depo itu dijadikan satu sambil menunggu pemenuhan personil sesuai dengan Penyelenggaraan Uji Profisiensi (PUP) sesuai prosedur.

"Penambahan personil setiap tahunnya ada alokasinya, tidak bisa langsung dalam jumlah banyak, tapi penambahan personil itu dilakukan secara bertahap. Mudah mudahan tiga hingga lima tahun ke depan kebutuhan personil di depohar 80 ini bisa segera terpenuhi. Terpenting saat ini bisa melaksanakan tugas meski dengan minimal,"kata Yuyu Sutisna.

Lebih lanjut dikatakan Yuyu, sumber daya di depohar 80 sudah pasti dilakukan pendidikan, dengan pembentukan kemudian pencabangan sampai dengan di pemeliharaan masing masing.

"Personilnya yang menangani engine Sukhoi mereka belajar dengan Sukhoi, demikian juga dengan yang di F16, T50. Untuk pendidikan semua kualifikasi kita ikuti sesuai prosedur," pungkas Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved