Kalahkan India, Surabaya jadi Tuan Rumah Konferensi Paliatif Internasional

Surabaya terpilih menjadi tuan rumah The 13th Asia-Pacific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) yang akan digelar di Grand City Mall

Kalahkan India, Surabaya jadi Tuan Rumah Konferensi Paliatif Internasional
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Pembina Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Sunaryadi Tejawinata, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Ketua Komite Pelaksana The 13th Asia-Pacific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) 2019, Dradjat R. Suardi, dan Dokter Spesialis Bedah Kepala-Leher RSUD Dr. Soetomo, Urip Moertedjo saat konferensi pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (1/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya terpilih menjadi tuan rumah The 13th Asia-Pacific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) yang akan digelar di Grand City Mall Surabaya, 1-4 Agustus 2019.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Surabaya berhasil mengalahkan negara lainnya, India, karena dinilai telah memiliki program-program paliatif yang patut dicontoh dunia.

Apalagi, perawatan paliatif Surabaya tidak hanya dilakukan di rumah sakit saja, tetapi juga di kampung-kampung, lewat kader-kader paliatif yang sudah dilatih RSUD Dr Soetomo sejak bertahun-tahun lalu.

"Kami punya berbagai program khusus perawatan paliatif, jadi kami ada perawatan yang langsung ke rumah-rumah pasien, yaitu HHC (Hospice Home Care). Lalu, kami punya pelayanan paliatif di 63 puskesmas," tutur perempuan yang akrab disapa Feni tersebut saat konferensi pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Dinkes juga memastikan pasien paliatif mendapat susu dan makanan tambahan, serta lingkungan rumah yang belum sehat direhabilitasi.

"Ini merupakan suatu cara menuju Surabaya Bebas Nyeri Kanker," ujar Feni.

Pemkot Surabaya juga memiliki Taman Paliatif, yang rutin mengadakan kegiatan hiburan seperti sulap saat akhir pekan.

Pembina Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Sunaryadi Tejawinata, menyebut perawatan paliatif sangat dibutuhkan oleh pasien dengan penyakit kronis.

Di Surabaya sendiri, kanker menempati posisi atas penyakit kronis yang paling banyak diidap masyarakat, bersama kardiovaskular, diabetes dan HIV/AIDS.

"RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit pertama yang memberi fokus utama dalam perawatan paliatif. Perawatan paliatif ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik bagi pasien dan keluarga. Jadi tujuannya bukan menyembuhkan, tapi menghilangkan semua penderitaan fisik, psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual," terangnya.

APHC akan diselenggarakan bersama Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI) dan Jaringan Perawatan Paliatif Asia Pasifik (APHN) , dan dipenuhi berbagai kegiatan, mulai dari workshop paliatif, simposium, serta diskusi atau sharing bersama ahli-ahli paliatif dari mancanegara.

“Besok akan dimulai simposium, peserta yang kita harapkan lebih dari 800 orang, dari perkembangan terakhir terus bertambah. Sehingga kita harapkan besok lebih dari 1000 orang,” kata Ketua Komite Pelaksana APHC 2019, Dradjat R. Suardi.

Melalui konferensi ini pihaknya berharap, masalah dan tantangan yang terkait dengan pengembangan perawatan paliatif di Indonesia dapat diselesaikan melalui berbagi keahlian dan pengalaman oleh para ahli terkenal dari seluruh dunia.

“Tentunya kami bisa mengambil manfaat dari kongres ini, untuk kita bisa terapkan kepada pasien-pasien paliatif kita di sini dan dan pada akhirnya menghasilkan pembangunan layanan yang lebih baik dan professional,” tutupnya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved