Sambang Kampung Demak Jaya

Warga Demak Jaya Sulap Gang Buntu jadi Taman Refleksi

Sebuah gang buntu tepat di tengah-tengah kampung Demak Jaya Gang VIII RT 12 RW 10, Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, disulap jadi sebuah taman refleksi

Warga Demak Jaya Sulap Gang Buntu jadi Taman Refleksi
SURYAOnline/delya octovie
Taman Refleksi buatan warga Demak Jaya Surabaya ini rutin digunakan warga untuk kesehatan sejak dua tahun lalu. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Sebuah gang buntu tepat di tengah-tengah kampung Demak Jaya Gang VIII RT 12 RW 10, Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, disulap oleh warganya jadi sebuah taman refleksi.

Taman sepanjang 10 meter tersebut dipasangi batu alam dengan bagian tajamnya menghadap ke atas.

Batu alam yang dipasang melingkari sebuah lukisan ikan koi tersebut, biasa digunakan untuk refleksi oleh warga Demak Jaya, utamanya saat Minggu pagi.

"Taman Refleksi ini kalau pagi-pagi biasanya digunakan oleh para lansia. Setelah dari musola, mereka langsung jalan-jalan di Taman Refleksi. Seringnya Rabu, tapi paling ramai Minggu," tutur Endang Mulyati (52), Kader Lingkungan Demak Jaya, Rabu (31/7/2019).

Ide pembangunan Taman Refleksi ini didapat dari kader lingkungan, Suhardi, dua tahun yang lalu ketika berjalan-jalan di taman Kota Surabaya.

Ia melihat beberapa taman sudah dilengkapi dengan batu-batu alam yang dimanfaatkan sebagai pijakan refleksi.

"Saya lihat dari kampung saya, yang belum ada itu (Taman Refleksi), akhirnya saya usul ke warga dan disambut baik. Ini awalnya gang tikus, lalu kami manfaatkan," jelasnya.

Suhardi mengatakan, semua pembangunan mulai dari Taman Refleksi, tanaman anggur yang merambat di kanopi taman, pengecatan, hingga hidroponik semuanya hasil swadaya masyarakat.

Warga bergotong-royong untuk menjadikan kampung yang diberi nama Kampung BERSIH (Bersih, Elok, Rapi, Sehat, Indah dan Hijau) tersebut bisa menjadi hunian yang nyaman.

"Warga menanggapi Taman Refleksi ini baik sekali, senang semua. Malah mau dilukis lagi tengah-tengahnya," ujarnya.

Adi Candra, Tim Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), mengatakan kampung Demak Jaya ini merupakan kampung di Surabaya pusat yang padat penduduk, namun cerdas dalam mengelola lingkungan hidup.

Menurutnya, kegiatan warga ini harus selalu digelorakan oleh warga, didukung perangkat desa, tokoh masyarakat serta kader dan fasilitator lingkungan.

"Mereka punya berbagai inovasi pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan, seperti pemilahan sampah, bank sampah, lalu juga ada sarana interaksi warga berupa RTH dan Taman Refleksi dengan lukisan 3 dimensi. Ini mampu menjadikan kampung memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi tamu-tamu," paparnya.

Ia berharap, produk unggulan kampung berupa makanan, minuman dan aneka produk kerajinan tangan layak dibawa pulang oleh para tamu, sehingga terjadi circular economy warga yang berkelanjutan.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved